Kementerian PU Targetkan Penggunaan Aspal Buton Penuh Pada 2029

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:06:21 WIB
Gedung Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membeberkan fakta bahwa wilayah Indonesia menyimpan cadangan aspal buton (Asbuton) dengan volume terbesar di dunia, yang estimasi potensinya menyentuh angka 663 juta ton.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PU menguraikan bahwa deposit berlimpah tersebut terpusat di kawasan Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Melihat kekayaan alam tersebut, pemerintah terus menggalakkan pemanfaatannya demi mengoptimalkan penyerapan bahan baku dari industri domestik.

“Pemanfaatan Asbuton mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), kemandirian material konstruksi nasional, dan inovasi jalan berkelanjutan,” ujar Ditjen Bina Marga dalam akun Instagram resminya, dikutip Selasa (9/6/2026).

Pihak Kementerian PU mematok target agar implementasi Asbuton bisa diaplikasikan secara bertahap mulai tahun ini, hingga diproyeksikan mampu memenuhi 100 persen kebutuhan seluruh jalan raya nasional pada 2029.

Sebagai langkah awal, pihak eksekutif telah mengeksekusi uji coba pemanfaatan material Asbuton di lintasan Jalan Tol Pemalang-Batang sejauh 1,5 kilometer pada 25 Mei 2026.

Uji coba dari pilot project tersebut diposisikan pada dua area, yaitu Seksi 1 KM 313+600 sampai KM 314+600 serta Seksi 2 pada KM 317+900 sampai KM 318+400.

Di dalam penerapannya, bahan baku Asbuton diolah dengan memakai sistem pencampuran Warm Mix Asphalt (WMA).

“Kenapa dipilih di jalan tol? Karena ruas ini memiliki lalu lintas padat, sehingga cocok untuk menguji performa dan ketahanan campuran aspal ramah lingkungan,” tambah Bina Marga.

Untuk diketahui, WMA merupakan sebuah inovasi pengolahan aspal yang menerapkan suhu pemanasan jauh lebih rendah ketimbang teknik konvensional biasa.

Metode modern ini terbukti efektif dalam meminimalkan emisi karbon gas buang, menghemat konsumsi energi pabrik, dan dinilai jauh lebih ramah terhadap ekosistem.

“With a reserve of Asbuton that is the largest in the world owned by Indonesia, this innovation is expected to be a major step toward sustainable road construction while strengthening the use of domestic products,” closure of Bina Marga.

Sementara itu, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) memprediksi bahwa regulasi hilirisasi beserta penguatan pemakaian Asbuton dari pemerintah akan menyumbang stimulus ekonomi mencapai Rp22,67 triliun.

Ketua Umum Gapensi, Andi Rukman mengemukakan jika langkah taktis ini merupakan wujud nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bahan baku infrastruktur nasional.

Kebijakan tersebut sekaligus diposisikan untuk memotong rantai ketergantungan terhadap impor aspal yang selama ini merajai pasar dalam negeri.

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah bertekad mendongkrak porsi pemakaian Asbuton yang mulanya cuma berada di angka 4 persen menjadi 30 persen dari total penyerapan nasional via skema A30.

"Kebijakan ini diproyeksikan dapat menghemat devisa hingga sekitar Rp4,08 triliun per tahun dan memberikan efek ekonomi hingga Rp22,67 triliun," ujar Andi kepada Bisnis.

Sejalan dengan hal itu, ia menilai keputusan mendorong hilirisasi Asbuton menjadi langkah visioner.

Dampaknya tidak hanya terhadap penghematan anggaran negara, tetapi juga memacu penciptaan lapangan kerja secara masif di sektor industri pengolahan dalam negeri.

Terkini