JAKARTA - Skuad nasional Spanyol secara mengejutkan hanya mampu bermain imbang dengan skor 0-0 saat berhadapan melawan Cape Verde dalam laga perdana fase grup Piala Dunia 2026.
Tim yang sangat diunggulkan untuk merengkuh trofi juara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini justru tampil tumpul pada sektor penyerangan harian mereka.
Barisan penyerang La Roja tidak sanggup meruntuhkan tembok pertahanan tim debutan tersebut sehingga harus rela langsung kehilangan poin penting pada laga pembuka.
Hasil minor ini menjadi sebuah kekecewaan besar bagi sang pelatih kepala, Luis de la Fuente, yang dijadwalkan bakal bersua Arab Saudi pada pertandingan berikutnya di hari Minggu.
Gelar juara Eropa 2024 yang mereka sandang membuat Spanyol langsung mengambil kendali penguasaan bola hampir sepanjang laga di Atlanta demi mengincar gol cepat.
Namun, ketangguhan penjaga gawang veteran berusia 40 tahun milik Cape Verde, Vozinha, tampaknya enggan memberikan malam yang mudah bagi armada Spanyol di Grup H.
Kiper berpengalaman tersebut dengan cekat menepis tendangan jarak dekat Ferran Torres ke mistar gawang setelah menerima umpan matang dari bek anyar Real Madrid, Marc Cucurella.
Vozinha kembali mementahkan eksekusi Torres yang sejatinya sudah berhasil mengelabui bek lawan menuju sudut kanan bawah gawang sesaat sebelum turun minum tiba.
Di sisi lain, tumpuan lini serang seperti Mikel Oryazabal bersama sektor sayap kanan Spanyol juga harus melewati paruh pertama pertandingan dengan rasa frustrasi.
Sementara itu, kubu Cape Verde lebih banyak menerapkan skema serangan balik cepat yang dimotori oleh pergerakan aktif dari Jovane Cabral dan Dailon Livramento.
Tim yang tidak diunggulkan ini berhasil mempertahankan kedudukan kacamata hingga jeda babak pertama dan merasa sangat puas atas pencapaian taktis tersebut.
Kondisi sebaliknya menjangkiti kubu Spanyol yang tampak gusar, bahkan wonderkid Lamine Yamal terpantau masih menetap di bangku cadangan saat paruh kedua dimulai.
Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan sejak sepak mula babak kedua dan dibuat gigit jari ketika sepakan jarak jauh Fabian Ruiz melambung tipis di atas mistar.
Gelandang asal klub Paris Saint-Germain tersebut kembali menyia-nyiakan peluang emas tidak lama berselang yang kian menambah dalam rasa frustrasi personalnya.
Merespons gempuran itu, Cape Verde memilih kembali merapatkan barisan pertahanan dengan menumpuk dua banjar formasi empat pemain guna mengacaukan skema ofensif lawan.
Situasi waktu yang terus merayap maju kian menyudutkan Spanyol selaku pemilik gelar juara dunia edisi 2010 silam dalam membongkar kebuntuan.
Momen jeda minum kemudian dimanfaatkan de la Fuente untuk mempersiapkan Lamine Yamal masuk lapangan guna melakoni debut perdananya di panggung Piala Dunia.
Sang nakhoda bersama para pendukung setia di tribun menyadari bahwa tim matador membutuhkan suntikan kreativitas yang masif pada sektor depan, disusul masuknya Mikel Merino.
Spanyol terpantau menaikkan tensi tekanan secara masif dalam kurun waktu sepuluh menit terakhir jalannya laga di Atlanta yang memaksa Cape Verde bertahan total.
Dani Olmo kemudian dimasukkan untuk menggantikan posisi Torres demi menyegarkan alur serangan dari skema tendangan sudut yang didapatkan oleh juara Eropa tersebut.
Meski kurungan serangan kian intens ditambah kompensasi waktu yang panjang, Spanyol tetap gagal mengamankan poin penuh, sementara skuad Cape Verde merayakan hasil ini dengan gembira.