Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp30 Ribu Per Gram Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:48:02 WIB
Ilustrasi Emas.

JAKARTA - Pada periode Jumat (19/6/2026), nilai jual komoditas emas batangan bersertifikat di gerai Logam Mulia kepunyaan PT Aneka Tambang (ANTM) melorot sebesar Rp30.000 menuju angka Rp2.673.000 per gram.

Di pihak lain, untuk nominal buyback atau pembelian kembali oleh Logam Mulia ikut merosot senilai Rp67.000 menjadi Rp2.408.000 per gram. Berdasarkan kalkulasi, selisih atau spread di antara nilai jual emas serta nilai buyback menyentuh Rp265.000 per gram.

Selama ini, pihak Antam mengaplikasikan dua kategori nilai bagi produk emas batangan olahannya, yakni harga emas (harga beli konsumen) serta harga beli kembali oleh toko (buyback).

Banderol emas yang dipaparkan di atas merupakan harga yang berlaku ketika para penanam modal menebus emas dari outlet Logam Mulia. Sementara itu, nilai buyback adalah ketetapan harga yang berjalan saat investor menjual kembali emas miliknya ke outlet Logam Mulia.

Maka dari itu, apabila pada waktu pagi Anda menebus emas dari Antam, Anda wajib menyetor nominal Rp2.673.000 per gram. Jika dikarenakan suatu hal mendadak Anda membutuhkan dana darurat sehingga terpaksa melego kembali emas itu di waktu siang atau sore, Anda jangan terkejut jika emas tersebut hanya dihargai Rp2.408.000 per gram oleh Logam Mulia.

Bagi siapa saja sangat krusial untuk mencermati kedua jenis regulasi nilai emas tersebut apabila benar-benar berniat serius untuk berkecimpung menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan kesenjangan dua patokan harga tersebut, seorang penanam modal emas dapat keliru mengalkulasi potensi profit dan rugi.

Melihat selisih harga jual serta harga beli (spread) yang tergolong lebar tersebut, komoditas emas dipandang hanya ideal dijadikan instrumen investasi dalam jangka panjang. Lewat proyeksi jangka panjang, penanam modal dapat menaruh asa agar nilai emas merangkak jauh lebih tinggi demi menutup gap harga jual dan harga buyback, sekaligus menghasilkan keuntungan.

Terkini