Lulusan Sekolah Garuda Diarahkan Kemdiktisaintek Kejar Beasiswa 2026

Senin, 22 Juni 2026 | 18:47:01 WIB
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengarahkan lulusan SMA Unggul Garuda untuk melanjutkan kuliah di luar negeri lewat program Beasiswa Garuda Sarjana atau program beasiswa lainnya.

Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta, Senin, menegaskan para murid binaan itu tetap wajib bersaing ketat dengan peserta umum dari sekolah lain.

"Policy-nya untuk saat ini memang dibuka untuk umum. SMA Unggul Garuda Transformasi sudah mendapatkan program penguatan dan pembinaan sejak awal, kami berharap dengan begitu mereka siap untuk bersaing," katanya.

Titin, panggilan akrabnya, menyebutkan kompetisi terbuka ini terbukti dari data penerima Beasiswa Garuda Sarjana angkatan perdana, dengan porsi 50 persen dari SMA Unggul Garuda Transformasi dan 50 persen dari sekolah umum.

Meski tidak memperoleh hak istimewa untuk langsung lolos tanpa tes, Ardi menjamin para siswa binaan sudah menerima bimbingan intensif lewat penguatan konselor perguruan tinggi untuk mendalami minat serta mematangkan rencana studi.

"Mereka sudah kita berikan pembekalan, kita sudah berikan konseling khusus dan lain-lain dan berbagai program di SMA Unggul Garuda Transformasi yang tidak didapatkan di berbagai sekolah yang lain jadi memang mereka bersaing lagi," ujarnya.

Lebih jauh, Titin menjelaskan seleksi Beasiswa Garuda Sarjana berjalan sangat kompetitif. Syaratnya meliputi kemampuan bahasa Inggris, skor SAT murni, portofolio prestasi, hingga standar IQ minimal 110, walau realitanya para penerima punya IQ di atas 120.

Selain melewati beragam tes akademik, faktor utama kelulusan beasiswa ini bukan sekadar memegang surat penerimaan resmi atau LoA dari perguruan tinggi di luar negeri saja.

Pemerintah dipastikan bakal memeriksa secara detail mengenai keselarasan jurusan kuliah yang dipilih dengan delapan program prioritas nasional demi melahirkan generasi penerus bangsa yang tepat sasaran.

"Tentunya kita juga memperhatikan terutama yang sering menjadi catatan adalah bukan hanya dapat LoA di (universitas) A, B, C tetapi bidangnya ini sebenarnya relevan nggak sih dengan kebutuhan atau prioritas nasional," ucap Ardi Findyartini.

Sebelumnya, Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi sukses mendongkrak angka penerimaan mahasiswa asal Indonesia di 100 kampus elite dunia hingga menyentuh angka 150 persen.

Merujuk data resmi Kemdiktisaintek per 24 April 2026, total murid yang mengantongi LoA dari perguruan tinggi terbaik dunia mencapai angka 330 orang.

Angka ini melesat sebesar 150 persen jika dibandingkan capaian tahun 2025 yang hanya mencatat 132 murid. Selain itu, total LoA yang diperoleh melonjak hingga 1.567 surat, naik 167 persen dari 587 surat pada 2025.

Terkini