Sering Terlihat Malas Ternyata Ini 5 Penyebab Psikologisnya

Senin, 29 Juni 2026 | 00:03:32 WIB
Ilustrasi Sedang Bermalasan.

JAKARTA - Orang yang tampak malas sering kali dianggap sebagai individu yang tidak memiliki motivasi atau kemauan untuk berusaha. Namun, menurut psikiater Dr. Neel Burton, kemalasan tidak selalu berarti seseorang benar-benar tidak ingin berupaya.

Dalam banyak kasus, seseorang yang terlihat malas sebenarnya sedang menghadapi hambatan psikologis yang cukup berat. Hambatan tersebut mulai dari rasa takut gagal, sifat perfeksionisme, hingga kondisi kelelahan mental yang mendalam.

"Kemalasan adalah ketidakmauan, bukan ketidakmampuan, untuk mengeluarkan usaha,” tulis Burton dikutip dari Psychology Today, Senin (29/6/2026). Perilaku ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang kompleks.

Penyebab pertama adalah perfeksionisme. Orang yang menetapkan standar terlalu tinggi cenderung sulit memulai pekerjaan karena merasa semuanya harus berjalan sempurna. Kondisi ini sering kali memicu penundaan karena mereka menunggu perasaan yang benar-benar siap.

Penyebab kedua adalah kelelahan mental atau burnout. Dr. Neel Burton menjelaskan bahwa penurunan energi tersebut bukan berarti seseorang kehilangan karakter pekerja keras, melainkan akibat dari stres berkepanjangan yang menurunkan kemampuan konsentrasi kami.

Ketiga adalah tidak melihat makna dari pekerjaan. Seseorang lebih mudah kehilangan semangat ketika tugas yang dikerjakan tidak memiliki tujuan atau manfaat yang jelas. Manusia cenderung lebih termotivasi saat memahami alasan di balik suatu pekerjaan.

Keempat, seseorang bisa terlihat malas karena terlalu terbebani oleh banyak tugas. Ketika daftar pekerjaan terasa sangat panjang, otak dapat mengalami task overwhelm yang membuat seseorang bingung menentukan langkah awal sehingga akhirnya tidak melakukan apa pun.

Kelima adalah kecemasan atau ketakutan akan kegagalan. Menurut psikolog Dr. Chivonna Childs, rasa takut gagal membuat seseorang enggan memulai karena khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Menunda pekerjaan terasa lebih nyaman dibanding menghadapi potensi melakukan kesalahan.

"Depresi, kecemasan, dan ketakutan akan kegagalan adalah beberapa alasan mengapa orang menunda-nunda pekerjaan,” jelas Dr. Childs. Kondisi kesehatan mental tersebut sering kali disalahartikan sebagai kemalasan oleh orang-orang di sekitar.

Perlu diingat bahwa informasi ini bersifat edukatif. Apabila kesulitan memulai aktivitas atau kehilangan motivasi berlangsung dalam jangka waktu lama hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan mental.

Terkini