Pakar Sebut Kebiasaan Sederhana Joint Savoring Bikin Hubungan Awet

Rabu, 01 Juli 2026 | 05:52:32 WIB
Ilustrasi Hubungan Langgeng.

JAKARTA - Ikatan romantis yang awet dan bertahan lama tidak melulu harus dikonstruksikan lewat agenda liburan glamor maupun pemberian kado yang bernilai tinggi.

Menurut pandangan para ahli relasi romantis, rutinitas ringkas berupa menyisihkan waktu untuk menghayati dan merayakan memori indah bersama pasangan justru efektif memperkokoh jalinan asmara.

Melansir dari Psychology Today, peneliti bidang relasi romantis Mariana Bockarova, Ph.D., menerangkan bahwa sepasang kekasih tidak cuma memetik faedah dari pembuatan momen indah yang baru saja.

Mereka juga memetik dampak positif dari tradisi joint savoring, yaitu sebuah tindakan sadar untuk mengingat kembali, mendiskusikan, serta mengulang kebahagiaan dari kisah positif masa lampau.

Konsep joint savoring diartikan sebagai momentum sepasang kekasih dalam mengapresiasi peristiwa positif, baik melalui nostalgia memori, menikmati masa kini, hingga menyongsong masa depan.

Menurut ulasan Bockarova, skema ini berbeda dari gagasan savoring biasa yang selama ini lumrah diartikan sebagai kecakapan personal dalam meresapi momen bahagia seorang diri.

Dalam formula joint savoring, petualangan rasa tersebut dihayati secara kolektif berpasangan sehingga sanggup mengunci keintiman afeksi dalam sebuah jalinan kasih.

Prinsip ini diperkuat oleh studi ilmiah dalam jurnal Contemporary Family Therapy oleh Noah B. Larsen, Allen W. Barton, serta Brian G. Ogolsky yang melibatkan 589 responden dewasa di Amerika Serikat.

Tim peneliti mendata intensitas partisipan dalam mengapresiasi momen positif kolektif sekaligus mengukur kepuasan relasi, tingkat gesekan, kondisi kesehatan, hingga level stres psikis.

Data akhir membuktikan individu yang intens menerapkan joint savoring memiliki tingkat kepuasan hubungan lebih tinggi, minim konflik, dan lebih optimis menatap masa depan asmara mereka.

Bukan hanya itu, kelompok tersebut juga didapati mempunyai derajat kebugaran fisik dan mutu kehidupan yang lebih prima, disertai paparan depresi psikologis yang jauh lebih rendah.

Investigasi tersebut turut mendapati bahwa aktivitas joint savoring mampu menjelma sebagai benteng pertahanan tangguh saat sepasang kekasih diterpa cobaan hidup yang berat.

Dalam laporan ilmiahnya, sang ketua riset Noah Larsen dari University of Illinois Urbana-Champaign memaparkan pasangan yang rajin melakukan joint savoring lebih tangguh menjaga keyakinan.

"Ketika pasangan menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi, savoring dapat menjadi penyangga yang membantu melindungi kepercayaan mereka terhadap hubungan dan kesehatan mental," kata Larsen.

Menariknya, pembentukan tradisi romantis ini sama sekali tidak menuntut modal pendanaan yang besar ataupun alokasi durasi waktu yang menyita hari.

Aksi riil yang bisa diterapkan mencakup obrolan nostalgia tentang liburan lama, pengutaraan rasa terima kasih atas hal kecil harian, hingga agenda makan bersama tanpa intervensi gawai.

Langkah pendukung lain berupa penyusunan agenda liburan akhir pekan bersama serta perayaan tulus atas capaian kecil pasangan juga sangat direkomendasikan demi keharmonisan.

Terkini