Dokter Anak Ingatkan Gula Tambahan Picu Anak Suka Makanan Manis

Jumat, 03 Juli 2026 | 04:44:31 WIB
Ilustrasi anak makan makanan manis.

JAKARTA - Kebiasaan anak mengonsumsi makanan atau minuman dengan gula tambahan secara berlebihan tidak hanya berisiko menyebabkan berat badan berlebih.

Dokter spesialis anak mengingatkan bahwa paparan rasa manis yang konstan juga dapat memengaruhi pembentukan selera makan anak sejak usia dini.

Pesan ini disampaikan Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang–Pediatri Sosial, dalam siaran pers, Kamis (2/7/2026).

Ia menekankan agar orangtua lebih cermat memperhatikan kandungan gula saat memilih produk nutrisi untuk buah hati mereka.

Memilih produk nutrisi tidak cukup hanya melihat klaim di bagian depan kemasan, tetapi wajib membaca daftar komposisi untuk memahami kandungan bahannya.

"Paparan rasa manis yang konstan juga dapat memengaruhi pembentukan preferensi rasa dan kebiasaan makan anak," jelas Prof. Rini.

Menurutnya, anak yang terbiasa mengonsumsi produk manis berpotensi lebih menyukai rasa tersebut dibandingkan cita rasa alami dari makanan lain.

Akibatnya, penerimaan anak terhadap makanan alami yang seimbang, seperti sayur dan buah, menjadi lebih terbatas.

Orangtua diimbau membiasakan diri membaca label komposisi untuk mengenali berbagai nama gula seperti sukrosa, fruktosa, atau sirup jagung.

Perlu diingat bahwa bahan tersebut berbeda dengan laktosa, yakni gula alami yang terdapat dalam susu.

Selain komposisi, orangtua wajib membaca informasi nilai gizi untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai energi, protein, dan lemak dalam produk.

"Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut," ujar Prof. Rini.

Ia menegaskan bahwa produk nutrisi bukanlah pengganti pola makan sehat yang utuh.

"Nutrisi terbaik bagi anak tetap perlu dibangun melalui variasi makanan, pola makan seimbang, dan lingkungan makan yang tepat," ujarnya.

ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi, sementara penggunaan produk pendukung harus disesuaikan dengan kebutuhan serta usia anak.

Terkini