Kemendikdasmen Sebut SPMB Pintu Utama Layanan Pendidikan Bermutu

Senin, 06 Juli 2026 | 23:47:32 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memaparkan contoh praktik baik dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SLBN, SMAN, dan SMKN yang berlangsung akuntabel, transparan, serta inklusif di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyatakan bahwa kepercayaan dari publik atas jalannya SPMB dapat ditumbuhkan lewat pemberian pelayanan optimal, jalinan komunikasi interaktif, beserta proses seleksi yang taat regulasi.

“SPMB merupakan pintu masuk layanan pendidikan. Oleh karena itu seluruh satuan pendidikan harus memastikan proses penerimaan berjalan secara terbuka, jelas, dan inklusif. Pelaksanaan SPMB Ramah bukan hanya proses penerimaan calon murid baru, tetapi juga gerbang pertama pengalaman positif bagi murid, orang tua, untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu,” kata Tatang dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin.

Tatang mengimbuhkan bahwa keteladanan yang diperlihatkan oleh sejumlah sekolah di Kota Padang membuktikan bahwa esensi SPMB sesungguhnya bukan sekadar tentang tahapan penyaringan semata.

Saat penyebaran informasi dilakukan dengan transparan, porsi pelayanan disuguhkan tanpa membeda-bedakan golongan, serta tiap keluarga dibimbing sesuai keperluan masing-masing, ia berpendapat SPMB bakal menjadi tonggak awal menguatnya keyakinan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang berkeadilan.

Di sisi lain, perwakilan panitia SPMB sekaligus guru SMKN 6 Padang, Annisa Fitria, menyatakan bahwa instansinya selalu menjamin seluruh data serta alur pendaftaran dapat dijangkau khalayak luas sembari memberi bimbingan bagi pendaftar yang membutuhkan petunjuk pemilihan program keahlian.

“Secara prosedur administrasi, pelaksanaan SPMB di SMKN 6 Padang berjalan lancar. Pihak sekolah berupaya untuk memberikan pelayanan yang dapat membantu orang tua dan calon murid. Akan tetapi yang menjadi PR kami adalah mengarahkan calon murid karena banyak calon murid yang bimbang untuk memilih salah satu dari dua konsentrasi keahlian yang mereka tulis di formulir pendaftaran,” ujar Annisa Fitria.

Terkini