Didominasi Aset Besar, 6 Perusahaan Antre Masuk Bursa Efek

Rabu, 08 Juli 2026 | 22:59:31 WIB
Enam Perusahaan Antre IPO Semester II/2026, Mayoritas Aset Jumbo [FOTO: NET].

JAKARTA - Geliat aksi korporasi berupa penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham terpantau terus melaju dinamis memasuki paruh kedua atau semester II/2026. Hingga bergulirnya Juli 2026, terdata sebanyak enam korporasi tengah berada dalam daftar tunggu rencana pencatatan modal di bursa.

Mengacu pada kompilasi data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/7/2026), pihak otoritas bursa terhitung sudah mengawal proses melantainya 5 emiten baru sepanjang tahun berjalan ini. Lewat rangkaian ekspansi di pasar perdana tersebut, akumulasi perolehan dana segar yang sukses dijaring masuk menuju lantai pasar modal telah menyentuh angka Rp1,67 triliun.

Sementara itu, apabila menyandarkan pada pemetaan nilai aset yang diregulasi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017, deretan calon emiten yang masuk dalam daftar antrean saat ini mayoritas dikuasai oleh korporasi dengan kepemilikan aset berskala jumbo.

Secara lebih mendalam, sebanyak 3 korporasi memegang klasifikasi aset skala besar atau mempunyai nilai aset di atas ambang Rp250 miliar. Berikutnya, terdapat 1 korporasi yang mengantongi aset berskala menengah dengan rentang nilai di angka Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Adapun untuk 2 perusahaan selebihnya merupakan entitas bisnis dengan kepemilikan aset skala kecil yang berada di bawah nominal Rp50 miliar.

Bila dicermati dari klasifikasi bidang operasional bisnisnya, lini sektor konsumer siklikal (consumer cyclicals) berbarengan dengan sektor kesehatan (healthcare) tampak berdiri di barisan terdepan dengan masing-masing menempatkan 2 perwakilan calon emiten di dalam pipeline.

Sementara untuk porsi sisa di dalam antrean diisi oleh sektor barang baku dengan perwakilan sebanyak 1 perusahaan, serta sektor konsumer primer (consumer non-cyclicals) sebanyak 1 perusahaan.

Di sisi lain, sejumlah sektor penyokong pertumbuhan ekonomi serta sektor padat modal terpantau masih absen dari daftar tunggu pasar perdana. Pihak BEI merilis catatan bahwa sejauh ini belum terdapat perwakilan dari rumpun sektor energi, keuangan, industri, infrastruktur, properti & real estat, teknologi, hingga lini transportasi & logistik di dalam daftar tunggu pencatatan saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin memaparkan bahwa orientasi utama otoritas bursa dalam mengawal jalannya IPO saham pada periode ini tidak semata-mata bertumpu pada pemenuhan target kuantitas, namun lebih menitikberatkan pada aspek kualitas serta kekuatan fundamental dari masing-masing calon emiten.

"Kami tetap melihat semester II/2026 sebagai periode yang memiliki peluang, mengingat masih terdapat perusahaan-perusahaan yang sedang berada dalam berbagai tahapan proses menuju pencatatan," ujarnya.

Terkini