JAKARTA - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menggelontorkan pasokan minyak goreng melalui lima toko serta kios di kawasan Pasar Rakyat Ranai demi mempermudah warga mendapatkan kebutuhan dasar dengan patokan harga eceran tetap (HET) Rp15.700 per liter.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian saat dimintai konfirmasi dari Natuna, Rabu, memaparkan bahwa persediaan minyak goreng ini terbuka untuk ditebus oleh seluruh lapisan masyarakat luas.
Pencius menerangkan bahwa lima toko serta jaringan kios tersebut berstatus sebagai agen mitra resmi bentukan Perum Bulog. Saat ini Perum Bulog Cabang Natuna telah mengantongi sebanyak 58 unit toko dan kios rekanan di daerah tersebut.
Kendati demikian, alur distribusi minyak goreng untuk sementara waktu ini sengaja dikonsentrasikan pada lima titik tertentu saja karena faktor ketersediaan cadangan stok gudang yang jumlahnya masih relatif terbatas.
"Stok minyak goreng saat ini sebanyak 420 liter dan kami fokus menyalurkannya di titik Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP)," katanya.
Pencius menambahkan bahwa varian minyak goreng yang dialirkan tersebut merupakan produk dengan merek Minyakita dalam ukuran kemasan satu liter. Minyak yang dilepas oleh pihak Bulog ini dijamin dapat dipasarkan tanpa melewati batas HET.
Hal itu terjadi lantaran komoditas tersebut telah memperoleh fasilitas subsidi khusus dari pemerintah melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) yang berlaku secara nasional.
Menurut penuturan Pencius, produk dengan merek yang sejenis sebenarnya sudah cukup banyak didistribusikan di wilayah Natuna, namun dengan patokan harga jual yang fluktuatif serta cenderung melampaui batas ketetapan HET.
Akan tetapi, untuk pasokan minyak goreng yang dilepas pasaran secara presisi mengikuti aturan HET sekarang ini baru bisa diperoleh pada lima jaringan toko dan kios rekanan di Pasar Rakyat Ranai.
"Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak dan tidak membeli secara berlebihan," katanya.
Pencius menguraikan bahwa pihak Perum Bulog Cabang Natuna mengemban mandat penugasan langsung dari jajaran pemerintah untuk mendistribusikan dua jenis komoditas utama, yang meliputi beras serta produk minyak goreng.
Agenda penugasan untuk penyaluran pasokan beras secara historis telah digulirkan sejak tahun 1981, sementara untuk perluasan distribusi produk minyak goreng baru mulai diimplementasikan pada awal tahun 2026.
Kedua bahan kebutuhan pokok tersebut disuplai kepada pihak agen mitra dengan besaran harga di bawah plafon HET, dengan tujuan agar nantinya bisa dilepas kembali kepada masyarakat luas sesuai regulasi yang berlaku.
Menurut pandangan Pencius, penetrasi stok beras beserta minyak goreng lewat intervensi Bulog ini juga diorientasikan sebagai instrumen penjaga stabilitas harga di pasar lokal dengan memosisikan diri sebagai instrumen pembanding harga.
Langkah taktis tersebut diproyeksikan mampu meredam gejolak harga komoditas sejenis di tingkat pedagang umum agar nilainya tidak melonjak secara liar di luar batas kewajaran.
"Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, Bulog melakukan pengawasan terhadap penjualan oleh mitra guna mencegah penyalahgunaan," katanya.