JAKARTA - Perkembangan harga pangan nasional kembali memperlihatkan pergerakan yang dinamis pada Kamis (9/7/2026) pagi.
Melalui data terkini Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional kelolaan Bank Indonesia, beberapa komoditas utama berfluktuasi dengan cabai rawit merah bertahan di angka tinggi.
Pada pukul 07.15 WIB, nominal harga untuk cabai rawit merah dilaporkan menyentuh Rp61.450 per kilogram (kg).
Kondisi tersebut mengonfirmasi bahwa jenis sayuran ini masih menjadi faktor pemicu inflasi sektor pangan yang harus diperhatikan.
Di sisi lain, komoditas telur ayam ras bertengger pada angka Rp29.050 per kg, terpantau cukup konsisten walau masih di rentang tinggi dari periode pekan lalu.
Selanjutnya, harga bawang merah dipatok senilai Rp46.100 per kg, diikuti oleh komoditas bawang putih yang dipasarkan senilai Rp44.100 per kg.
Dua produk dapur ini tetap dikategorikan sebagai barang strategis yang naik turun harganya berdampak langsung pada kemampuan belanja konsumen.
Mengenai komoditas beras, grafik harga menampilkan keragaman yang disesuaikan pada mutu produk.
Beras dengan kualitas bawah I ditawarkan seharga Rp14.700 per kg dan untuk varian kualitas bawah II dipatok senilai Rp14.500 per kg.
Sementara itu, untuk beras mutu medium I berada pada level Rp16.350 per kg dan jenis medium II menyentuh angka Rp16.150 per kg.
Adapun kelompok beras kualitas super I dipasarkan senilai Rp17.650 per kg, disusul oleh jenis super II pada nominal Rp17.150 per kg.
Pada sudut komoditas lain, nilai jual cabai merah besar serta jenis cabai merah keriting sama-sama menempati level senilai Rp49.700 per kg.
Untuk varian cabai rawit hijau tercatat berada pada harga Rp50.600 per kg, mengisyaratkan tren harga kelompok cabai secara keseluruhan masih mahal di bursa pasar domestik.
Beralih pada sektor pemenuhan protein hewani, pasokan daging ayam ras segar ditawarkan senilai Rp36.800 per kg.
Sedangkan untuk pasokan daging sapi mutu I menembus angka Rp150.450 per kg dan produk mutu II dipatok Rp141.650 per kg, terpantau konstan di rentang premium.
Untuk jenis gula pasir premium berada di angka Rp20.300 per kg, sementara jenis gula lokal dipasarkan Rp19.050 per kg.
Di samping itu, komoditas minyak goreng curah dilepas ke konsumen dengan harga Rp20.550 per liter.
Bagi produk minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp24.250 per liter dan untuk kemasan merek II dipatok senilai Rp23.400 per liter.
Pergeseran nilai jual ini menggambarkan peta ketersediaan pasokan serta alur distribusi pangan yang tengah dalam pengawasan ketat pihak berwenang.
Masyarakat pun diharapkan cermat dalam berbelanja sekaligus rutin melihat perkembangan harga pasar demi mengantisipasi pengeluaran harian.