JAKARTA - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau dikenal sebagai Mitratel dijadwalkan bakal memasuki fase masa cum dividen untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada tanggal 6 Juli 2026.
Langkah korporasi ini dilaksanakan setelah jajaran pemegang saham resmi memberikan persetujuan atas agenda pembagian dividen tunai dengan nilai total akumulatif menyentuh Rp2,07 triliun.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak Mitratel menetapkan besaran nilai dividen tunai sebesar Rp25,6457 per lembar saham atau setara dengan akumulasi nominal Rp2.076.967.319.669.
Adapun rincian jadwal pelaksanaan pembagian dividen tunai milik MTEL mencakup cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi yang jatuh pada 6 Juli 2026, dilanjutkan fase ex dividen pada 7 Juli 2026.
Selanjutnya, periode cum dividen untuk pasar tunai diagendakan pada 8 Juli 2026 bersamaan dengan tanggal recording date (DPS) yang ditutup tepat pada pukul 16.15 WIB.
Sementara itu, masa ex dividen untuk pasar tunai akan jatuh pada tanggal 9 Juli 2026, hingga puncaknya proses realisasi pembayaran dividen tunai bakal ditransfer langsung kepada investor pada 31 Juli 2026.
Sebelumnya, agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mitratel yang digelar pada 30 Juni 2026 kemarin telah sepakat menyetujui kucuran dividen Rp2,07 triliun atau merepresentasikan porsi 98 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Pihak manajemen MTEL mengutarakan bahwasanya tingkat rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio tersebut menjadi satu di antara yang paling tinggi di dalam peta industri sejenis.
Pencapaian ini juga menandai tahun kedua secara berturut-turut bagi perseroan dalam menyerahkan keuntungan kepada para pemegang saham dengan komposisi payout ratio yang konsisten berada di level 98 persen.
Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengutarakan bahwa realisasi rapor kinerja sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi kokoh bagi perseroan untuk menggulirkan program ekspansi bisnis ke depan.
Langkah perluasan usaha tersebut berjalan beriringan dengan komitmen kuat manajemen dalam menjaga tingkat pengembalian nilai investasi yang optimal bagi seluruh jajaran pemegang saham.
"Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara," ujar Theodorus.
Bila menilik pada performa keuangan sepanjang tahun 2025, emiten berkode saham MTEL ini sukses membukukan pendapatan bersih senilai Rp9,53 triliun, perolehan EBITDA Rp7,83 triliun, serta raihan laba bersih Rp2,12 triliun.
Perseroan juga dilaporkan berhasil mengerek tingkat tenancy ratio menuju posisi 1,57 kali sekaligus memperluas jangkauan jaringan kabel fiber optik melalui skema penambahan sepanjang 6.160 kilometer secara organik.
Lewat aksi korporasi tersebut, akumulasi total bentangan jaringan fiber optik milik perusahaan infrastruktur ini tercatat telah sukses menyentuh angka 57.199 kilometer.
Sejalan dengan masifnya realisasi ekspansi tersebut, indikator fiber billable length milik perusahaan terkerek naik hingga menyentuh posisi 70.618 kilometer.
Pertumbuhan sarana ini otomatis menjadi motor penggerak utama yang mendongkrak laju pendapatan pada segmen bisnis fiber optik sebesar 18,1 persen dihitung secara tahunan.
Berbekal kepemilikan portofolio yang mencakup lebih dari 40.000 menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik yang terus meluas, Mitratel membidik target penguatan posisi sebagai entitas infrastruktur telekomunikasi digital paling besar di tanah air.