SOFA Masuk Proyek PSEL Danantara Melalui Akuisisi 10 Persen Saham

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:03:53 WIB
Ilustrasi Proyek PSEL Danantara.

JAKARTA – PT Solusi Environment Asia Tbk. (SOFA) secara resmi bergabung dalam megaproyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), emiten tersebut telah menandatangani berkas akta jual beli saham dengan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. beserta jajaran afiliasinya.

Langkah ini menetapkan perusahaan sebagai salah satu pemegang saham pada dua konsorsium yang menggarap proyek PSEL untuk wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang dirilis oleh perseroan pada Selasa (9/6/2026), AEA bakal menguasai porsi kepemilikan saham sebesar 10 persen pada masing-masing perusahaan konsorsium tersebut.

Direktur Utama SOFA Denny Rizal mengemukakan bahwa keterlibatan emiten sebagai mitra lokal di dalam konsorsium proyek PSEL bersama Zhejiang Weiming merupakan manifestasi dari komitmen korporasi guna melebarkan sayap bisnis ke ranah energi baru terbarukan.

"[Masuknya AEA] merupakan bentuk realisasi dari upaya dan komitmen perseroan untuk melakukan diversifikasi bisnis di bidang energi baru terbarukan," ujar Denny dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026).

Aksi korporasi tersebut menjadi kelanjutan dari restu yang diterbitkan oleh PT Danantara Investment Management (DIM) pada Mei 2026.

Kala itu, pihak DIM menyepakati masuknya AEA sebagai pendamping lokal dalam konsorsium PSEL bentukan Zhejiang Weiming guna menggarap fasilitas di kawasan Denpasar Raya serta Bogor Raya.

Saat ini, pihak internal emiten masih menanti proses persetujuan resmi beserta penerimaan nota pemberitahuan kelayakan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum terkait perombakan porsi pemegang saham di setiap konsorsium.

Zhejiang Weiming sendiri sebelumnya telah ditunjuk langsung oleh Danantara sebagai mitra utama untuk mengeksekusi dua dari empat proyek PSEL pada fase pertama, tepatnya di area Denpasar Raya dan Bogor Raya.

Sesuai aturan main yang dicanangkan Danantara, setiap operator skala global diwajibkan untuk bermitra dengan perusahaan lokal Indonesia demi mempercepat alih teknologi sekaligus mempererat koordinasi dengan pemda dan pemangku kepentingan.

Zhejiang Weiming diakui sebagai salah satu korporasi pengolah limbah menjadi tenaga setrum terbesar di negara China.

Pada tahun 2025, total pasokan listrik yang diproduksi dari fasilitas pengolahan limbah milik perusahaan itu menyentuh angka 4,62 miliar kilowatt hour (kWh).

Masuknya SOFA dalam proyek strategis ini sekaligus menegaskan kelanjutan dari program pembenahan arah bisnis korporasi.

Emiten yang mulanya memakai nama PT Boston Furniture Industries Tbk itu kini telah berganti identitas menjadi Solusi Environment Asia dan mulai fokus menggarap lini bisnis energi dan kelestarian lingkungan.

Sebelumnya, SOFA juga sempat meramaikan proses tender proyek waste-to-energy milik Danantara lewat konsorsium bentukan bersama Hunan Construction Engineering Group Co. asal China dan Kintan Usahasama Sdn. Bhd. asal Malaysia.

Kini, lewat kepemilikan 10 persen saham di dua konsorsium PSEL Denpasar Raya dan Bogor Raya, emiten resmi mengukuhkan posisinya dalam jajaran proyek strategis nasional pada bidang konversi sampah menjadi pasokan listrik.

Terkini