Pertamina Geothermal Energy Mulai Bor Sumur PLTP Lumut Balai Unit 3

Pertamina Geothermal Energy Mulai Bor Sumur PLTP Lumut Balai Unit 3
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE.

JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi melaksanakan tajak (spud-in) sumur eksplorasi perdana untuk proyek perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim. Langkah ini diambil guna memaksimalkan pengelolaan energi panas bumi di wilayah Sumatera.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, lewat pernyataan resminya memaparkan bahwa pencapaian ini menjadi momen krusial bagi korporasi untuk mempercepat peralihan menuju energi bersih. Selain itu, pengerjaan ini sekaligus memperkokoh ketahanan pasokan energi nasional menjelang perayaan satu abad pemanfaatan panas bumi di tanah air.

“Tajak sumur pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan energi yang bersih dan tangguh demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ahmad Yani.

Proses pemboran perdana PLTP Lumut Balai Unit 3 dipusatkan pada sumur LMB 19-3 yang berada di area Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, dengan memanfaatkan fasilitas rig GDAP#123. Melalui target kedalaman mencapai 2.500 meter, operasional pemboran ini diproyeksikan akan selesai dalam jangka waktu 44 hari.

Berada di kawasan kaki Bukit Lumut Balai, Muara Enim, Sumatera Selatan, pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 3 ini ialah rangkaian lanjutan dari dua proyek strategis milik perusahaan di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur.

Pada tahap sebelumnya, perusahaan telah menjalankan operasional Unit 1 yang mulai dibuka sejak September 2019, serta disusul oleh Unit 2 pada Juni 2025 dengan akumulasi kapasitas pasokan gabungan menyentuh angka 2x55 megawatt (MW).

“Dengan target operasional pada tahun 2030, PLTP Lumut Balai Unit 3 akan menambah 55 MW pasokan listrik bersih, yang akan semakin memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Muara Enim dan Sumatra Selatan,” kata Ahmad Yani.

Agenda besar PLTP Lumut Balai Unit 3 ini terafiliasi ke dalam rencana kerja jangka panjang perusahaan guna merealisasikan akumulasi potensi daya energi panas bumi hingga 3 gigawatt (GW). Rencana tersebut juga sejalan dengan agenda Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025–2034.

Beriringan dengan pengerjaan PLTP Lumut Balai Unit 4 yang juga sudah diawali tahapan konstruksinya sejak April kemarin, tingkat kepercayaan pasar atas kedua proyek strategis nasional ini kian dikukuhkan pada Juni lalu. Hal itu ditandai dengan resminya PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 tercatat ke dalam daftar "Green Book 2026" rilisan Kementerian PPN/Bappenas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index