PT Sarimelati Kencana Pastikan Operasional Pizza Hut di RI Tetap Normal

Minggu, 21 Juni 2026 | 17:17:32 WIB
Ilustrasi Gerai Pizza Hut

JAKARTA - PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) menerangkan kelanjutan dari kontrak kemitraan waralaba yang tengah berjalan di tanah air pasca munculnya kebijakan alih kepemilikan pada jaringan bisnis Pizza Hut tingkat global.

Emiten yang mengomandoi operasional jaringan restoran Pizza Hut di Indonesia ini mempertegas bahwa aktivitas komersial perusahaan dipastikan tetap bergulir normal di tengah berjalannya proses transisi pemilik utama dunia.

Pihak manajemen PZZA memberikan penjelasan bahwa kendali operasional gerai Pizza Hut di wilayah Indonesia tetap berada penuh di bawah naungan internal perseroan secara mandiri.

Meskipun perusahaan induk Pizza Hut dunia, yakni Yum! Brands Inc., telah menyepakati penandatanganan dokumen klausul pelepasan unit bisnis kuliner tersebut.

Pihak internal perseroan menegaskan bahwa kesepakatan transaksi finansial di level prinsipal luar negeri sama sekali tidak membawa pengaruh negatif bagi ritme kerja harian maupun standar pelayanan konsumen Pizza Hut di Indonesia.

Seluruh jaringan outlet dari Pizza Hut Restaurant beserta Pizza Hut Delivery (PHD) dijamin tetap beroperasi seperti biasa, termasuk jaminan mutu servis pelanggan, relasi kerja sama dengan vendor mitra usaha, hingga eksekusi peta jalan strategi bisnis korporasi.

President Director & Chief Executive Officer PT Sarimelati Kencana Tbk., Boy Lukito, menyampaikan bahwa pihak perseroan memberikan apresiasi positif terhadap keputusan taktis yang ditempuh oleh Yum! Brands demi memperkokoh kedudukan merek Pizza Hut di kancah internasional.

Dia memberikan kepastian bahwa dokumen kesepakatan lisensi waralaba yang dikantongi perusahaan tetap sah berlaku tanpa disertai adanya pergeseran pada bagan struktur kepemilikan modal, kendali manajemen, ataupun status hukum emiten selaku perusahaan terbuka di bursa.

Alur koordinasi profesional, sokongan teknis operasional, serta pola komunikasi harian bersama pihak prinsipal global juga dipastikan tidak akan mengalami hambatan selama periode peralihan berlangsung.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan prinsipal selama masa transisi ini dan tetap fokus pada pelaksanaan strategi pertumbuhan di Indonesia, sekaligus memastikan layanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/6/2026).

Pada aspek yang berbeda, jajaran manajemen perseroan memaparkan bahwa capaian performa komersial dari unit bisnis Pizza Hut Indonesia konsisten memperlihatkan tren pertumbuhan yang positif.

Emiten PZZA dilaporkan sukses mengamankan perolehan laba bersih selama enam kuartal secara berturut-turut yang dihitung semenjak periode kuartal IV/2024, di mana capaian ini menjadi sinyal kuat bertahannya momentum pemulihan performa keuangan korporasi.

Perseroan turut memberikan respons yang optimis atas bergabungnya LongRange Capital yang bertindak selaku pemegang saham baru bagi jaringan Pizza Hut Global untuk cakupan wilayah pasar di luar teritorial China.

Merujuk pada rincian penjelasan dari pihak prinsipal dunia, LongRange Capital bakal menerapkan strategi korporasi yang menitikberatkan pada penguatan lini operasional, penyempurnaan pengalaman bersantap konsumen, serta target pertumbuhan jangka panjang lewat sinergi erat bersama jajaran manajemen dan jaringan franchisee di tiap negara.

Pada lini informasi sebelumnya, manajemen Yum! Brands Inc. secara resmi memublikasikan pelepasan aset bisnis Pizza Hut Global kepada pihak LongRange Capital serta Yum! China Holdings dengan taksiran nilai transaksi menembus angka US$2,7 miliar.

Berdasarkan rilis dokumen resmi dari Yum! Brands, skema divestasi operasional Pizza Hut Global kepada perusahaan LongRange Capital dipastikan tidak mengikutsertakan unit bisnis kelolaan Pizza Hut yang berada di dalam wilayah hukum China.

Hak kepemilikan serta operasional atas gerai Pizza Hut China nantinya bakal sepenuhnya dialihkan di bawah kendali penuh korporasi Yum! China Holdings.

Pihak Yum! diproyeksikan bakal melepas unit bisnis Pizza Hut Global untuk kawasan regional di luar kedaulatan China kepada perusahaan LongRange Capital dengan kesepakatan nilai finansial menyentuh kisaran US$1,5 miliar.

Di samping itu, korporasi Yum! juga memiliki kesempatan logis untuk meraup tambahan profit pembayaran termin senilai US$75 juta yang dijadwalkan pada tahun 2030 mendatang.

Sementara itu, mengacu pada kesepakatan kontrak sekunder bersama entitas Yum China, jaringan Pizza Hut China bakal dilepas kepada manajemen Yum! China Holdings lewat estimasi nilai transaksi berada pada angka US$1,2 miliar.

Lewat kombinasi dari dua langkah transaksi berskala besar tersebut, pihak internal Yum! mengestimasi akan meraup perolehan dana segar bersih pada kisaran US$2,3 miliar pasca dilakukan perhitungan beban pajak, penyesuaian finalisasi transaksi, serta pemenuhan ongkos administrasi lainnya.

Terkini