Grup Prajogo Pangestu: CDIA Akuisisi Saham AMP Senilai Rp1,60 T

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:35:02 WIB
CDIA Akuisisi Armada Maritim dari CUAN Senilai Rp1,60 Triliun [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten yang berada di bawah naungan terafiliasi Prajogo Pangestu, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), bersiap menuntaskan akuisisi atas perusahaan pelayaran PT Armada Maritim Persada dengan nilai investasi mencapai US$90 juta.

Merujuk pada laporan keterbukaan informasi, CDIA melalui entitas anak usahanya yakni PT Chandra Shipping International (CSI), bersama dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), serta PT Armada Maritim Persada (AMP) telah meresmikan penandatanganan perjanjian bersyarat terkait pengambilan porsi saham di PT AMP pada tanggal 30 Juni 2026.

"Berdasarkan Perjanjian tersebut, PT CSI berencana melakukan investasi pada PT AMP melalui pengambilan bagian atas saham baru yang akan diterbitkan oleh PT AMP dengan nilai investasi sebesar US$90 juta," tulis manajemen CDIA, dikutip Jumat (3/7/2026).

Untuk ke depannya, PT CSI bakal menguasai porsi kepemilikan sebesar 40% saham di PT AMP. Dengan mengacu pada asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS, total nilai penyertaan modal pada PT AMP tersebut ekuivalen dengan Rp1,60 triliun.

Pihak manajemen CDIA menguraikan bahwa agenda investasi ini direalisasikan guna mendukung rencana akselerasi serta ekspansi bisnis dari PT AMP, sekaligus diharapkan mampu menyumbangkan benefit ekonomi bagi portofolio Grup Perseroan lewat potensi apresiasi nilai investasi serta perolehan aliran dividen.

Adapun, skema transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi lantaran terdapat hubungan kesamaan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) antara PT CSI dengan PT AMP. Sebagai informasi, saat ini saham PT AMP dikuasai sebesar 99,99% oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. 

(CUAN) dan sisanya sebesar 0,01% dipegang oleh PT Mareta Persada. Benang merah afiliasi pada transaksi ini bermuara kepada sosok Prajogo Pangestu yang menggenggam 71,37% saham PT Barito Pacific Tbk. 

(BRPT) selaku induk dari CDIA, sekaligus menguasai 80,37% saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang bertindak sebagai pemegang saham pengendali PT AMP.

PT AMP sendiri merupakan korporasi yang bergerak pada sektor transportasi laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk angkutan barang, serta lini aktivitas penunjang bidang pertambangan dan penggalian lainnya.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan per 31 Maret 2026, CDIA membukukan perolehan laba bersih senilai US$8,40 juta atau setara dengan Rp142,37 miliar (menggunakan acuan kurs Rp16.949) sepanjang kuartal I/2026. 

Walaupun pos pendapatan perseroan sanggup mengamankan pertumbuhan dua digit, laju keuntungan bersih perusahaan justru harus tertekan akibat melambungnya rentetan pos pengeluaran beban.

CDIA mengantongi pendapatan total senilai US$41,24 juta, atau terangkat sebesar 19,1% secara tahunan (*year on year*/YoY). Mayoritas lini kontributor omzet memperlihatkan tren peningkatan, seperti halnya lini bisnis penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan lainnya yang tumbuh 7,7% YoY menjadi US$22,77 juta, serta sektor jasa sewa kapal yang melonjak 44,7% YoY menuju posisi US$13,88 juta.

Selanjutnya, kontribusi pendapatan dari pos sewa gudang serta pos jasa penunjang lainnya masing-masing terdata sebesar US$0,41 juta dan US$0,39 juta. Kedua lini usaha ini tercatat belum menelurkan pendapatan pada triwulan pertama tahun 2025 lalu.

Berbanding terbalik, segmen komoditas penjualan bahan bakar justru terkoreksi tipis sekitar 0,4% YoY menjadi US$2,55 juta, diikuti oleh segmen jasa sewa tangki serta dermaga yang menyusut sebesar 8,2% YoY ke level US$1,23 juta.

Di sisi lain, nilai beban pokok pendapatan perseroan terpantau terkerek naik hingga 22,5% YoY menjadi sebesar US$31,16 juta. Kendati demikian, capaian laba kotor dari CDIA masih sanggup menorehkan pertumbuhan 9,3% YoY dari posisi US$9,21 juta menjadi sebesar US$10,07 juta.

Setelah akumulasi laba kotor tersebut dikalkulasikan dengan rentetan pos pengeluaran beban serta pendapatan operasional lainnya, CDIA mengamankan laba tahun berjalan di angka US$9,48 juta. Pada pos ini, nominal tersebut sudah mengalami penyusutan sedalam 68,6% YoY jika disandingkan dengan performa kuartal I/2025 yang sempat menyentuh angka US$30,23 juta.

Dari sisi hasil akhir (bottom line), perolehan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih terkumpul senilai US$8,40 juta. Raihan profit bersih yang dikantongi oleh CDIA tersebut merosot hingga 70,2% YoY dari capaian laba bersih periode tahun sebelumnya yang berada di level US$28,17 juta.

Meninjau pada aspek posisi neraca keuangan, total aset milik CDIA per akhir Maret 2026 tercatat naik 9% sejak awal tahun (year to date/YtD) menuju posisi US$1,90 miliar. Di samping itu, total liabilitas perseroan mengalami kenaikan sebesar 26,1% YtD ke level US$766,44 juta, sementara akumulasi total ekuitas perusahaan terpantau menyusut tipis 0,1% YtD menjadi sebesar US$1,13 miliar.

Terkini