Mutuagung Lestari (MUTU) Selesaikan Private Placement, Gaet Investor

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:36:01 WIB
Sandiaga Uno hingga Eks Bos Grab Suntik Modal ke Mutuagung (MUTU) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU) telah mengumumkan daftar investor strategis yang berpartisipasi dalam aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement).

Berdasarkan keterbukaan informasi, MUTU menerbitkan 309.278.300 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp97 per lembar, sehingga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp29,99 miliar. 

PT Samala Serasi Utama, entitas kemitraan antara Sandiaga Salahuddin Uno dan Roestiandi Tsamanov, menjadi penyerap porsi terbesar sebanyak 103.092.700 saham. Selain itu, PT Bumi Hijau Sedaya menyerap 41.237.100 saham.

Sejumlah investor institusi dan ritel lainnya turut masuk, seperti Interra Resources Limited, perusahaan energi yang terdaftar di Bursa Singapura (SGX) melalui anak usahanya di Indonesia. Mantan Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, juga bergabung sebagai investor non-afiliasi. 

Sementara itu, investor lama perseroan, Andreas Tjahjadi dan Leonard Tanubrata, kembali menambah kepemilikan saham mereka.

"Bergabungnya nama-nama besar dan entitas berpengalaman ke dalam struktur permodalan kami menjadi bahan bakar baru bagi perseroan untuk berakselerasi lebih cepat," ujar Direktur Keuangan MUTU Sumarna dikutip Jumat (3/7/2026).

Di sisi lain, Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa investasi strategis ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau nasional. “Investasi ini bukan sekadar keputusan bisnis, tetapi juga bentuk dukungan kami terhadap akselerasi transformasi ekonomi hijau nasional,” ucap Sandiaga.

Dana hasil private placement ini akan difokuskan untuk memperkuat modal kerja. MUTU menargetkan ekspansi laboratorium di sektor Halal serta sektor Testing, Inspection, Certification, Verification, and Assurance (TICVA). Selain itu, dana tersebut juga dialokasikan untuk mempercepat pengembangan lini bisnis karbon guna mendukung agenda dekarbonisasi di Indonesia.

Pasca-eksekusi ini, modal saham ditempatkan dan disetor penuh MUTU naik menjadi 3.452.228.885 lembar saham, dengan total modal disetor tumbuh menjadi Rp86,3 miliar dari sebelumnya Rp78,5 miliar. Tingkat dilusi saham bagi pemegang saham lama diprediksi berada di level 8,96%.

Terkini