ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

Minggu, 20 September 2026 | 08:18:00 WIB
ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

GARISBERITA.ID — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menandatangani kerja sama dengan Indonesia ISO Expert Association (IIEA) di Jakarta, 16 September 2026, untuk memperkuat standar dan tata kelola badan usaha pelabuhan. Kolaborasi ini menyasar peningkatan mutu pelayanan, kompetensi SDM, dan daya saing sektor kepelabuhanan nasional.

Langkah tersebut diarahkan pada penerapan standar, peningkatan mutu, penguatan tata kelola, dan profesionalisme badan usaha pelabuhan di Indonesia.

Apa Isi Kerja Sama ABUPI dan IIEA

Kedua asosiasi sepakat membangun pemahaman bersama soal standar dan sistem manajemen yang relevan dengan kebutuhan sektor kepelabuhanan. Fokusnya mencakup penguatan tata kelola organisasi serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan badan usaha pelabuhan.

Ketua Umum ABUPI, Liana Trisnawati, menyebut kolaborasi ini sebagai upaya mendorong anggota memahami pentingnya standar dan tata kelola dalam menjalankan kegiatan usaha.

"Kerja sama dengan IIEA menjadi bagian dari upaya ABUPI untuk mendorong anggota agar semakin memahami pentingnya standar, sistem manajemen, dan tata kelola dalam menjalankan kegiatan usaha," ujar Liana.

Dari sisi IIEA, Ketua Umum Novian Amrah Putra berharap kerja sama ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik penerapan standar yang sesuai kebutuhan sektor kepelabuhanan.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik penerapan standar yang relevan dengan kebutuhan di sektor kepelabuhanan," kata Novian.

Dampak bagi Pelaku Usaha Pelabuhan

Penerapan standar dan sistem manajemen yang tepat dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan badan usaha pelabuhan yang efektif dan efisien. Bagi anggota ABUPI, penguatan kompetensi SDM dan tata kelola usaha diharapkan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan.

Sinergi ini juga diproyeksikan memperkuat daya saing badan usaha pelabuhan nasional dalam menghadapi tuntutan efisiensi operasional. Pengelolaan pelabuhan yang berstandar menjadi prasyarat bagi kelancaran arus barang dan penumpang di simpul-simpul logistik Tanah Air.

MoU dengan Mitra Strategis Lain

Pada kesempatan yang sama, ABUPI menandatangani Nota Kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis. Mitra tersebut meliputi Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP), Bank Mandiri, serta PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI.

Penandatanganan dengan GAPASDAP menyentuh langsung sektor angkutan sungai, danau, dan penyeberangan yang menjadi bagian penting jaringan distribusi barang antarwilayah. Sementara keterlibatan Bank Mandiri dan BKI mengindikasikan dukungan pembiayaan serta klasifikasi teknis bagi badan usaha pelabuhan.

ABUPI menyatakan komitmennya terus membuka ruang kerja sama dan pertukaran pengetahuan demi peningkatan kualitas pengelolaan badan usaha pelabuhan. Sinergi berkelanjutan antar-asosiasi diharapkan mendorong kemajuan sektor kepelabuhanan Indonesia secara menyeluruh.

Terkini

Penebusan Pupuk Subsidi Takalar Baru 58 Persen

Minggu, 20 September 2026 | 14:58:00 WIB

6 Cara Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100

Minggu, 20 September 2026 | 10:23:00 WIB

ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

Minggu, 20 September 2026 | 08:18:00 WIB