Israel Alihkan Air ke Situs Wisata di Tepi Barat, Lahan Warga Palestina Mengering

Israel Alihkan Air ke Situs Wisata di Tepi Barat, Lahan Warga Palestina Mengering
Israel Alihkan Air ke Situs Wisata di Tepi Barat, Lahan Warga Palestina Mengering

GARISBERITA.ID — Anggota parlemen Israel mendorong kunjungan ke sebuah waduk kuno di Tepi Barat yang diisi ulang pada musim panas lalu dengan air yang dialihkan dari lahan pertanian milik warga Palestina. Pengalihan sumber daya air ke situs wisata itu memperparah kekeringan yang sudah lama membebani petani Palestina di kawasan tersebut.

Waduk yang dikenal sebagai Kolam Herodes itu kembali terisi pada musim panas lalu. Air yang mengisinya berasal dari saluran yang sebelumnya mengairi kebun dan sawah warga Palestina di sekitar lokasi.

Menurut laporan yang beredar, sejumlah anggota parlemen Israel secara aktif mempromosikan kunjungan ke situs tersebut. Promosi itu menjadikan waduk kuno itu sebagai tujuan wisata baru di wilayah Tepi Barat.

Dari Irigasi Pertanian ke Objek Wisata

Kolam Herodes terletak di kawasan Tepi Barat dan telah lama menjadi salah satu situs bersejarah yang diklaim memiliki nilai arkeologis tinggi. Pada musim panas lalu, waduk itu diisi ulang menggunakan air yang dialihkan dari lahan pertanian Palestina di sekitarnya.

Pengalihan itu membuat pasokan air ke kebun dan sawah warga berkurang drastis. Petani Palestina yang menggantungkan hidup dari hasil bumi kini menghadapi kekeringan yang memperburuk kondisi ekonomi mereka.

Air di kawasan Tepi Barat memang menjadi sumber ketegangan selama bertahun-tahun. Warga Palestina kerap menuduh otoritas Israel mengutamakan permukiman dan situs wisata dibanding kebutuhan pertanian mereka.

Klaim Dua Sisi soal Status Lahan dan Air

Pihak Israel menyebut pengelolaan waduk itu bagian dari pelestarian situs bersejarah dan pengembangan pariwisata. Mereka menilai langkah tersebut sah secara hukum dan tidak merugikan warga Palestina.

Warga Palestina dan sejumlah organisasi hak asasi manusia menolak klaim itu. Mereka menyatakan pengalihan air ke situs wisata merupakan bentuk perampasan sumber daya yang sistematis.

"Air yang seharusnya mengairi lahan kami kini dipakai untuk mengisi kolam yang hanya dinikmati turis," kata seorang petani Palestina di kawasan tersebut, seperti dikutip dalam laporan itu.

Organisasi pemantau lingkungan dan HAM menyoroti praktik ini sebagai bagian dari pola yang lebih luas. Menurut mereka, kontrol atas air di Tepi Barat menjadi alat tekanan ekonomi terhadap komunitas Palestina.

Kekeringan yang Tak Kunjung Usai

Petani di sekitar Kolam Herodes melaporkan hasil panen mereka menurun tajam sejak pengalihan air dilakukan. Sebagian dari mereka terpaksa mengurangi luas tanam karena pasokan air tidak lagi mencukupi.

Krisis air di Tepi Barat bukan persoalan baru. Musim kemarau yang panjang dan pembatasan akses terhadap sumber air memperparah kondisi warga dari tahun ke tahun.

Sejumlah lembaga internasional telah berulang kali memperingatkan dampak pembatasan air terhadap kehidupan warga Palestina. Namun, hingga kini belum ada langkah konkret yang mengubah situasi di lapangan.

Apa yang Ditunggu Selanjutnya

Promosi kunjungan ke Kolam Herodes oleh anggota parlemen Israel menandakan situs itu akan terus dikembangkan sebagai destinasi wisata. Artinya, kebutuhan air untuk operasional waduk berpotensi bertambah.

Warga Palestina dan organisasi HAM mendesak adanya pengawasan internasional atas pengelolaan air di Tepi Barat. Mereka menuntut agar alokasi air dikembalikan sesuai kebutuhan pertanian warga setempat.

Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Israel soal tuntutan tersebut. Perkembangan selanjutnya bergantung pada apakah tekanan internasional mampu mendorong perubahan kebijakan pengelolaan air di kawasan itu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index