BMKG Ungkap Cuaca Gerah Jakarta pada Akhir 2026

BMKG Ungkap Cuaca Gerah Jakarta pada Akhir 2026
ilustrasi suhu panas.

JAKARTA -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu udara di Jakarta akan terasa lebih gerah atau sumuk pada September hingga Oktober 2026 seiring dampak fenomena El Nino dan kondisi musim kemarau yang lebih panjang.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi posisi matahari yang melintas di wilayah Pulau Jawa sehingga meningkatkan sensasi panas yang dirasakan masyarakat.

"Mengenai temperatur, biasanya DKI Jakarta itu akan terasa lebih "sumuk" kalau orang Jawa bilang itu sekitar bulan September akhir hingga Oktober karena persis posisi matahari itu melintas di sekitar wilayah atasnya Pulau Jawa," kata Fachri dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BMKG, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, sebelum memasuki September dan Oktober, wilayah Jakarta akan lebih dahulu mengalami udara kering pada Juli dan Agustus akibat minimnya curah hujan serta menurunnya tingkat kelembaban udara.

"Jadi ini merupakan karakteristik yang khas dari Pulau Jawa ketika puncak musim kemarau sebenarnya. Temperaturnya akan naik di sekitar bulan September dan Oktober," ucapnya.

BMKG juga mencatat sebagian wilayah Jakarta, khususnya kawasan utara, telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2026. Sementara wilayah selatan mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

"Bagian selatan itu menyusul bulan Juni ini sehingga dampaknya adalah pada kondisi kemarau yang lebih panjang," ujar dia.

Secara nasional, BMKG memprediksi puncak musim kemarau berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau secara bertahap selama periode tersebut.

Pada Juli 2026, puncak kemarau diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian Maluku, serta sejumlah wilayah di Papua.

Memasuki Agustus 2026, kondisi puncak kemarau diprediksi meluas ke sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara pada September 2026, puncak kemarau diperkirakan melanda Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian wilayah Jawa, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Pegunungan bagian tengah.

BMKG juga memprediksi musim kemarau datang lebih awal di sejumlah daerah, termasuk DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index