SDPC Siapkan Investasi 100 Miliar Rupiah Kembangkan Fasilitas Gudang

SDPC Siapkan Investasi 100 Miliar Rupiah Kembangkan Fasilitas Gudang
(Ki-ka) Direktur Utama SDPC Ahmad Abu Bakar, Komisaris Independen SDPC Imam Fathorrahman, Komisaris Independen SDPC Sarah Azreen Abdul Samat, Komisaris Utama & Independen SDPC Joefly J. Bahroeny, Direktur Keuangan SDPC Mohamad Fazly Hassan.

JAKARTA - Emiten distributor farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk. (SDPC) mengalokasikan investasi lebih dari Rp100 miliar untuk membangun pusat distribusi baru. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas logistik dan mengejar target pertumbuhan dua digit pada tahun 2026.

Direktur Utama SDPC Imam Fathorrahman menjelaskan bahwa fasilitas tersebut berlokasi di kawasan Bintara, Bekasi Barat. Pembangunan ini menggunakan dana internal perusahaan dan diklaim sebagai salah satu proyek investasi terbesar perseroan dalam beberapa tahun terakhir.

Gudang baru tersebut memiliki kapasitas sekitar tiga kali lipat lebih besar dibandingkan fasilitas yang ada saat ini. Selain itu, sistem pergudangan dirancang lebih modern guna meningkatkan efisiensi operasional.

"Nilai investasinya lebih dari Rp100 miliar. Kapasitasnya sekitar tiga kali lebih besar dibanding warehouse saat ini dan akan menjadi tulang punggung pengembangan bisnis MPI ke depan," ujar Imam, Kamis (11/6/2026).

Pembangunan fasilitas ini bertujuan mendukung pertumbuhan volume distribusi farmasi serta membuka ruang bagi perusahaan untuk memperluas portofolio produk kesehatan. Dengan kapasitas yang lebih besar, MPI berencana memperluas penetrasi ke segmen alat kesehatan dan produk kesehatan lainnya.

Perusahaan menargetkan fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh pada Juli atau semester II/2026. Saat ini, seluruh perizinan dan sertifikasi yang diperlukan telah berhasil diperoleh.

Direktur SDPC Mohamad Fazly Bin Hassan menambahkan bahwa penguatan fasilitas logistik akan membantu perusahaan dalam meningkatkan utilisasi gudang, memperbaiki pengelolaan stok, serta menjaga akurasi distribusi.

"Tujuan akhirnya adalah meningkatkan efisiensi, memperkuat pengelolaan inventori, dan memastikan kualitas layanan distribusi tetap terjaga seiring pertumbuhan bisnis," ujar Fazly.

Investasi ini melengkapi capaian perusahaan yang baru saja mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Saat ini, SDPC telah mengoperasikan 37 cabang di berbagai kota strategis di Indonesia.

 

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index