JAKARTA - Tingkat tertinggi sepanjang sejarah berdirinya negara berhasil dicapai oleh produksi beras dan jagung Indonesia saat ini, seiring dengan keberhasilan pemenuhan swasembada pangan pada beberapa komoditas utama.
"Produksi beras dan jagung kami tertinggi sepanjang negara kami berdiri," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan atau KTNA XVII Tahun 2026.
Kepala Negara menyampaikan bahwa capaian membanggakan tersebut merupakan buah dari kerja keras para petani, nelayan, serta seluruh pihak yang ikut andil dalam membangun sektor pangan nasional.
Bagi Prabowo, perwujudan swasembada pangan menjadi salah satu hasil pencapaian terbesar yang berhasil diraih oleh jajaran pemerintahannya dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.
"Yang paling besar kami capai dan saya merasa bersyukur adalah kami swasembada pada pangan," ujarnya.
Saat ini, Indonesia dinilai telah mampu memproduksi aneka komoditas pangan yang bersifat strategis, termasuk beras dan jagung untuk mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat di dalam negeri.
Presiden menganggap kesuksesan ini tidak lepas dari sinergi kuat antar-kementerian, jajaran pemerintah daerah, serta sokongan dari aparat TNI dan Polri dalam menyukseskan program peningkatan pangan.
Penghargaan tinggi juga diserahkan oleh Prabowo kepada Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Apresiasi serupa turut dialamatkan kepada para gubernur, bupati, hingga kelompok petani di berbagai wilayah yang terus konsisten memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional.
Prabowo kembali menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan pilar sekaligus fondasi yang sangat penting bagi ketahanan nasional karena tidak ada satu pun negara yang mampu bertahan tanpa pasokan pangan memadai.
"Kami yakin kami swasembada pangan tidak hanya untuk satu tahun. Untuk seterusnya, kami akan swasembada pada pangan," kata Presiden