JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengadakan agenda Bootcamp Santripreneur Kompetisi Klaster Fesyen 2026. Langkah ini ditujukan untuk mencetak generasi santri yang memiliki daya saing tinggi serta mandiri secara finansial lewat penguatan kompetensi bisnis busana.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad menerangkan bahwa Program Santripreneur menjadi bagian dari instrumen pendayagunaan milik Baznas. Program ini fokus melejitkan potensi santri agar mampu mendatangkan dampak baik bagi publik sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi.
"Santripreneur ini memang kami adakan untuk membangun santri yang tidak hanya memiliki spirit dan jiwa usaha, tetapi kami ingin menciptakan santri-santri pengusaha, bukan sekadar pengusaha yang kebetulan santri," katanya.
Idy merinci program yang memakai slogan "Brand Santri Mengguncang Industri" tersebut dilaksanakan dari tanggal 25 hingga 29 Juni 2026 di Jakarta. Total ada 50 santri pilihan yang berhasil lolos mengikuti fase pelatihan intensif ini dari total keseluruhan pendaftar mencapai 927 orang di seluruh tanah air.
Idy berpandangan sektor industri pakaian sengaja diambil lantaran menyimpan peluang bisnis yang menjanjikan serta memiliki tingkat permintaan pasar yang terus melonjak tinggi. Oleh sebab itu, Baznas bertekad memacu kehadiran industri busana yang dipelopori langsung oleh anak-anak pesantren.
"Potensinya (dunia fesyen) sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hanya saja kami ingin industri itu tumbuh dari kalangan santri," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Penguatan Pendistribusian dan Pendayagunaan Nasional Baznas RI, Agus Siswanto, ikut memaparkan besarnya animo masyarakat terhadap pelaksanaan program pendampingan wirausaha tersebut.
"Tujuan besar kami adalah mengubah para santri yang semula merupakan mustahik menjadi muzaki. Melalui program ini, teman-teman (para peserta) sekalian akan ikut mewujudkan visi besar kami bersama, yaitu memperkuat peran zakat agar menjadi lebih bermakna dan berdaya guna bagi masyarakat," ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, selama kurun waktu lima hari ke depan para santri akan dibekali pelatihan mendalam yang berkonsentrasi pada teknik pemasaran digital, tata kelola manajemen bisnis, hingga beragam materi fundamental lainnya guna mematangkan kapasitas santri dalam membesarkan bisnisnya.
Sebagai bentuk stimulus lanjutan, Baznas nantinya menyaring tiga peserta dengan performa paling apik untuk diberikan suntikan modal kerja. Tidak hanya itu, mereka juga bakal diberikan bimbingan serta pengawalan berkala dalam menjalankan unit bisnis pakaian yang tengah dirintis.