JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri laju perdagangannya di zona merah dan parkir pada posisi 5.820,79. Penurunan indeks komposit ini dipicu oleh aksi koreksi yang melanda sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar atau big caps, seperti TPIA, BREN, hingga BBCA.
Bersandarkan pada laporan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks acuan nasional tersebut mengalami penyusutan nilai sebesar 1,28 persen atau terpangkas 75,34 poin. Indeks komposit pada perdagangan hari ini sejatinya sempat dibuka pada level 5.932,02 dan merangkak naik menuju posisi tertinggi di angka 5.942,77.
Hingga bel penutupan berbunyi, tercatat komposisi pasar menunjukkan sebanyak 214 saham bergerak menguat, sedangkan 449 saham jatuh melemah, dan 149 saham lainnya berjalan stagnan. Di sisi lain, nilai total kapitalisasi pasar di lantai bursa saat ini bertengger pada angka Rp10.205,34 triliun.
Menilik pergerakan saham papan atas, performa positif berhasil dibukukan oleh emiten PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menguat 2,31 persen ke Rp1.770. Kemajuan ini diikuti oleh saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang tumbuh sebesar 1,23 persen menuju harga Rp825 per lembar.
Sebaliknya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tergerus 4,74 persen ke posisi Rp1.710, disusul oleh pelemahan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 4,48 persen ke Rp3.200. Begitu pula saham PANI yang turun 4,38 persen, BBCA minus 4,05 persen, dan TLKM melemah 2,82 persen.
Tim analis dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan tekanan pada indeks komposit bersumber dari maraknya aksi lego atau jual saham emiten papan atas. Gelombang penurunan di paruh pertama ini dipimpin oleh saham perbankan raksasa seperti BBCA yang anjlok 2,4 persen dan BMRI yang menyusut 1,0 persen.
Kemunduran ini tecermin jelas pada kejatuhan indeks sektoral, di mana sektor finansial serta infrastruktur membukukan rapor penurunan terdalam selama paruh perdagangan. Dari seluruh sektor usaha, hanya lini kesehatan yang terpantau sukses bertahan di zona hijau serta melawan arus tekanan jual pasar global.
Memasuki pukul 12.19 WIB, posisi IHSG dilaporkan terjungkal hingga 2,42 persen atau setara kehilangan 141,04 poin ke level 5.679,75 pada penghujung sesi pertama. Pada momen tersebut, terhitung hanya ada 103 saham yang menguat, sementara 618 saham rontok, dan 238 emiten bergerak stagnan.
Mengutip data dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 09.01 WIB, pergerakan indeks komposit sejatinya sudah dibuka melemah 0,66 persen atau terpangkas 38,28 poin ke level 5.782. Sesi pembukaan mencatat volume transaksi sebanyak 438,9 million lembar saham dengan nilai perputaran uang mencapai Rp621,6 miliar.
Mayoritas emiten berbobot jumbo kompak mengawali pagi hari di zona merah, seperti BBCA merosot 3,38 persen, BBRI turun 0,35 persen, dan TLKM melemah 0,41 persen. Pelemahan ini juga diikuti oleh BMRI yang terkoreksi 0,51 persen serta saham AMMN yang dibuka terdepresiasi sebesar 1,82 persen.
Di sisi lain, laju kejatuhan indeks tertahan oleh performa beberapa saham big caps yang dibuka menguat, seperti BREN yang melesat naik 2,19 persen ke Rp3.270. Selain itu, saham DSSA terpantau menguat 0,61 persen dan TPIA merangkak naik sebesar 1,46 persen pada awal perdagangan.
Untuk proyeksi perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026, pergerakan bursa domestik diperkirakan masih berpotensi besar melanjutkan tren koreksi harian. Berdasarkan analisis tim riset MNC Sekuritas, pergerakan indeks saat ini masih didominasi oleh tekanan jual yang kuat dan berada di bawah garis rata-rata MA20.
"Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (30/6/2026). Sebaliknya, jika terjadi rebound jangka pendek, arah laju indeks diproyeksikan akan menguji titik resistansi terdekat pada area rentang 5.837 hingga 5.845.
Lebih lanjut, lembaga sekuritas tersebut memetakan bahwa level support kuat bursa saat ini berada pada koordinat angka 5.784 dan 5.594. Sementara itu, untuk target batas atas atau level resistance diprediksi akan berada pada posisi angka 6.286 serta area 6.459.