Prabowo dan Presiden Belarus Teken MoU Kesehatan dan Teknologi

Prabowo dan Presiden Belarus Teken MoU Kesehatan dan Teknologi
RI-Belarus Sepakati MoU Kerja Sama Kesehatan hingga Teknologi [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dan Belarus menyepakati penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) pada beragam sektor, mulai dari kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, hingga jasa keuangan demi menindaklanjuti penguatan hubungan bilateral antar-kedua negara.

Saat memberikan pernyataan bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, Prabowo menuturkan bahwa penandatanganan berkas kerja sama itu mencerminkan komitmen kedua pihak dalam memperluas kemitraan strategis.

"Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan ditandatanganinya sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi kedua negara, di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, serta jasa keuangan. Di bidang kerja sama pertahanan, hubungan kami juga sangat baik," kata Prabowo.

Kepala Negara menaruh harapan agar seluruh kerja sama itu bisa selekasnya direalisasikan demi menghadirkan keuntungan yang konkret untuk masyarakat kedua belah pihak.

"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," ujarnya.

Prabowo mengutarakan bahwa penguatan hubungan kerja sama ini selaras dengan peluncuran Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang berfungsi menjadi kerangka acuan pengembangan hubungan bilateral untuk jangka waktu lima tahun mendatang.

Prosesi penandatanganan nota kesepahaman itu dilangsungkan sesaat sebelum kedua pemimpin negara memaparkan pernyataan bersama mereka.

Mewakili pihak Indonesia, berkas kemitraan ditandatangani oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari Dewi, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Ivan Yustiavandana, Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo, bersama pejabat berwenang dari kementerian serta lembaga terkait lainnya.

Di sisi lain, Presiden Belarus Alexander Lukashenko menyambut positif peningkatan hubungan kedua negara, baik pada sektor perekonomian maupun sosial budaya.

Ia menyampaikan bahwa Belarus bersedia memperlebar kemitraan bersama Indonesia lewat jalur perdagangan, pendirian usaha patungan (joint venture), lokalisasi industri, serta sokongan di sektor kesehatan dan pendidikan bagi tenaga medis.

"Kami siap membuka berbagai proyek kerja sama dan memperluas kerja sama di Indonesia, tidak hanya di bidang perdagangan, tetapi juga melalui pembangunan perusahaan bersama, 'joint venture', dan lokalisasi industri," kata Lukashenko.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index