Rayakan HUT ke-46 Dekranas Promosikan Produk UMKM Lokal Indonesia

Rayakan HUT ke-46 Dekranas Promosikan Produk UMKM Lokal Indonesia
Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian (keempat dari kanan), Wakil Ketua Harian 1 Dekranas Loemongga Kartasasmita (ketiga dari kiri), hingga Sekretaris Jenderal Dekranas Reni Yanita (kedua dari kiri) saat konferensi pers persiapan Hari Ulang Tahun (HUT)

JAKARTA - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menjadikan acara puncak perayaan hari ulang tahun ke-46 organisasi sebagai panggung wastra dan kriya buatan UMKM lokal.

Sebanyak 300 stan disiapkan untuk memamerkan produk pelaku UMKM daerah binaan Dekranas dalam acara bertema "Cipta Kriya Berkelanjutan, Pengrajin Mendunia" yang dilaksanakan dari 9 sampai 12 Juli 2026 di Trans Studio Mal Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian menyampaikan acara tersebut ditujukan untuk mempromosikan produk dalam negeri.

"Kami tahu, sekarang produk-produk luar sudah banyak dan bahkan bisa meniru produk-produk Indonesia dengan harga yang lebih murah," katanya.

"Dengan adanya pameran ini kami mengharapkan masyarakat bisa mencintai produk-produk dalam negeri yang tidak kalah dari sisi mutu dan juga kreasinya," ia menambahkan.

Ia berharap pameran itu menjadi ajang bagi pelaku UMKM dari 38 provinsi untuk bertukar pengalaman serta memotivasi dalam menghasilkan karya kreatif, inovatif, dan berkualitas.

Tri menjelaskan bahwa Kota Makassar dipilih sebagai lokasi perayaan untuk menunjukkan jangkauan organisasi di bagian timur Indonesia.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman, memperkirakan acara yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan Makassar itu akan dihadiri ribuan warga.

Puncak perayaan HUT Dekranas akan mencakup beragam kegiatan, termasuk pameran, atraksi budaya, dan penyajian aneka produk kuliner.

Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, mengatakan perayaan HUT ke-46 Dekranas selaras dengan upaya pemerintah mengembangkan UMKM lokal melalui pameran, lokakarya, dan gelar wicara.

"Akan ada materi-materi yang sangat relevan untuk kemajuan industri kerajinan tangan," kata Loemongga.

"Tidak hanya dibahas mengenai cara menjaga kualitas produknya sendiri tapi bagaimana untuk meningkatkan pengenalan bahan-bahan dasar, kemudian nanti bagaimana untuk memasarkan produknya secara digital," ia menjelaskan.

Gelar wicara dalam acara tersebut akan membahas berbagai persoalan usaha yang dihadapi pelaku UMKM mulai dari hulu sampai ke hilir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index