Kehadiran iPhone Duo Bikin Penjualan Galaxy Z Fold 8 Naik

Kehadiran iPhone Duo Bikin Penjualan Galaxy Z Fold 8 Naik
iPhone Duo.

JAKARTA - Kemunculan perangkat ponsel lipat perdana buatan Apple, yakni iPhone Duo, ternyata justru mendatangkan angin segar bagi pihak kompetitor utamanya, yakni Samsung.

Semenjak iPhone Duo resmi diperkenalkan ke publik pada tanggal 9 September lalu, angka penjualan smartphone Samsung Galaxy Z Fold 8 dilaporkan mengalami peningkatan di negara asalnya, Korea Selatan.

Merujuk pada laporan yang dirilis oleh media The Chosun dengan mengutip keterangan dari sumber industri telekomunikasi setempat, tingkat penjualan Galaxy Z Fold 8 melonjak sekitar 10 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Lonjakan angka penjualan tersebut terjadi dalam kurun waktu hanya sepekan usai Apple mengumumkan kehadiran ponsel lipat pertamanya.

Lantas, apa yang menjadi pemicu sehingga debut iPhone Duo justru ikut mendongkrak omzet penjualan handphone lipat buatan Samsung?

Usut punya usut, sebagian konsumen di Korea Selatan rupanya sengaja menahan diri untuk tidak langsung membeli Galaxy Z Fold 8 demi memantau terlebih dahulu wujud dari ponsel lipat pionir buatan Apple tersebut.

Namun demikian, begitu perangkat itu resmi diperkenalkan secara terbuka, sebagian besar konsumen justru menjatuhkan pilihannya untuk membeli Galaxy Z Fold 8.

Terdapat tiga faktor utama yang dinilai turut memegang andil besar dalam mengarahkan keputusan pembelian tersebut.

Faktor pertama berkaitan erat dengan aspek selisih banderol harga produk.

Perangkat iPhone Duo varian kapasitas 256 gigabita dipasarkan seharga 3,29 juta won atau setara dengan Rp 42,1 juta.

Sementara itu, Samsung Galaxy Z Fold 8 dengan kapasitas penyimpanan yang setara dijual di angka 2,28 juta won atau sekitar Rp 29 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga jual iPhone Duo di Negeri Ginseng terpaut lebih mahal sekitar 44 persen atau hampir menyamai separuh harga lebih tinggi ketimbang Galaxy Z Fold 8.

Faktor penentu kedua bersumber dari aspek ketersediaan waktu atau durasi tunggu.

Para konsumen di Korea Selatan yang berkeinginan meminang iPhone Duo harus bersikap lebih sabar lantaran ponsel lipat pertama Apple tersebut baru dijadwalkan mulai resmi dipasarkan pada tanggal 23 Oktober 2026.

Kemudian faktor ketiga yang tidak kalah krusial menyangkut perbandingan dimensi fisik serta bobot perangkat.

Apabila dihitung di atas kertas dalam kondisi terlipat, Galaxy Z Fold 8 memiliki ketebalan bodi 9,7 milimeter dengan berat total 201 gram.

Sebaliknya, iPhone Duo hadir dengan profil yang lebih tebal yakni mencapai 11,3 milimeter serta bobot seberat 254 gram.

Dengan demikian, Galaxy Z Fold 8 tercatat lebih ringan sekitar 53 persen apabila disandingkan dengan iPhone Duo.

Terlepas dari dampak positif yang ditimbulkannya terhadap angka penjualan Galaxy Z Fold 8 di Korea Selatan, kehadiran iPhone Duo diyakini bakal turut memacu pertumbuhan pasar ponsel lipat secara global secara keseluruhan.

Hingga saat ini, kategori perangkat ponsel lipat tercatat masih mengambil porsi yang relatif kecil dari total keseluruhan pasar smartphone, yakni baru menyentuh angka sekitar 2 persen.

Walau demikian, lembaga riset Counterpoint memproyeksikan bahwa pasar global untuk ponsel lipat bakal menorehkan pertumbuhan hingga 24 persen pada tahun ini dan kembali melanjutkan tren kenaikan sebesar 37 persen pada tahun berikutnya.

Jumlah pengiriman kumulatif untuk kategori handphone lipat juga diprediksikan sanggup menembus angka 100 juta unit pada tahun 2026, untuk pertama kalinya sejak jenis perangkat ini mulai diperkenalkan pada 2019 silam.

Pihak Apple sendiri diproyeksikan mampu mengirimkan hingga 6 juta unit iPhone Duo pada tahun perdana kiprahnya di kancah pasar ponsel lipat.

Volume tersebut dinilai sudah lebih dari cukup untuk mengantarkan Apple langsung menguasai pangsa pasar sebesar 25 persen sekaligus mengamankan posisi di peringkat kedua.

Sementara itu, sang kompetitor utama yakni Samsung diyakini masih akan tetap memegang kendali kepemimpinan pasar dengan penguasaan pangsa mencapai 38 persen, sebagaimana dihimpun dari laporan The Chosun.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index