Ciputra Life Jaga Rasio Klaim Asuransi di Tengah Kenaikan Biaya Medis

Rabu, 16 September 2026 | 20:45:01 WIB
Ciputra Life.

JAKARTA - PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life menilai tren kenaikan biaya medis beserta peningkatan penggunaan fasilitas kesehatan menjadi tantangan tersendiri bagi tata kelola bisnis asuransi kesehatan.

Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto menerangkan bahwasanya perseroan mengeksekusi tata kelola portofolio secara prudent melalui pemantauan dan evaluasi klaim secara berkala, sembari mempererat kolaborasi bersama rumah sakit serta provider kesehatan.

Ciputra Life turut melangsungkan evaluasi dan penyesuaian berkala terhadap produk asuransi besutannya, dengan mengalkulasi dinamika biaya medis, profil risiko, riwayat klaim, hingga kebutuhan para pemegang polis.

“Dengan pendekatan ini, manfaat yang diberikan dapat tetap relevan sekaligus menjaga keseimbangan antara manfaat, premi, dan keberlanjutan portofolio,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (15/9/2026).

Di samping itu, pihak perseroan mengarahkan pemanfaatan layanan medis secara bijaksana, sekaligus menggalakkan edukasi bagi para nasabah terkait arti penting tindakan pencegahan serta pola hidup sehat.

Memasuki periode mendatang, Ciputra Life memproyeksikan prospek bisnis asuransi kesehatan berada dalam tren positif seiring menguatnya kesadaran publik maupun institusi bisnis terhadap perlindungan kesehatan.

Kendati demikian, entitas tersebut memandang melambungnya biaya medis serta pola penggunaan fasilitas kesehatan sebagai variabel yang wajib dikendalikan secara cermat oleh para pelaku industri.

“Di Ciputra Life, produk asuransi kesehatan korporasi kami baru diluncurkan di tahun 2025. Kami terus memantau perkembangan rasio klaim dan kualitas portofolio secara berkala,” beber Listianawati.

Manajemen risiko tersebut dipraktikkan secara prudent dengan mempertimbangkan karakteristik risiko, rekaman klaim, serta dinamika biaya pengobatan agar pertumbuhan portofolio senantiasa sehat dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Listianawati mengemukakan bahwa potensi kebutuhan terhadap produk asuransi kesehatan kumpulan masih menunjukkan prospek amat cerah.

Kondisi tersebut tecermin pada pembukuan data internal perusahaan yang merekam perolehan premi asuransi kesehatan korporasi Ciputra Life menyentuh Rp89,5 miliar, atau melonjak hingga 82 persen secara tahunan (YoY).

Sebagai informasi tambahan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membukukan besaran klaim asuransi kesehatan per Juli 2026 menembus angka Rp19,37 triliun.

Total tersebut bersumber dariklaim industri asuransi jiwa senilai Rp15,24 triliun serta industri asuransi umum mencapai Rp4,13 triliun, yang mana rata-rata rasio klaim berada di posisi 61,51 persen.

Tags

Terkini

Penebusan Pupuk Subsidi Takalar Baru 58 Persen

Minggu, 20 September 2026 | 14:58:00 WIB

6 Cara Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100

Minggu, 20 September 2026 | 10:23:00 WIB

ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

Minggu, 20 September 2026 | 08:18:00 WIB