GMFI Kejar Ketentuan Free Float BEI 15 Persen

GMFI Kejar Ketentuan Free Float BEI 15 Persen
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.

JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), anak usaha Garuda Indonesia, menyiapkan aksi korporasi berupa rights issue untuk memenuhi ketentuan terbaru Bursa Efek Indonesia terkait free float minimal 15 persen.

Direktur Utama GMFI Andi Fahrurrozi mengatakan perseroan saat ini masih melakukan pembahasan intensif dengan para pemegang saham utama, termasuk Garuda Indonesia dan Danantara Indonesia, guna menentukan skema terbaik dalam memenuhi aturan tersebut.

"Untuk free float memang ada dua strategi. Pertama, pemegang saham eksisting melepas sebagian sahamnya ke publik. Kedua, melakukan rights issue. Saat ini kami sedang intens berdiskusi dengan Garuda maupun Danantara mengenai langkah yang akan dilakukan," ujarnya.

Hingga akhir Mei 2026, porsi free float GMFI tercatat sebesar 6,52 persen atau masih berada di bawah batas minimum yang ditetapkan regulator.

Menurut manajemen, pemenuhan ketentuan free float menjadi salah satu agenda penting perusahaan mengingat batas waktu yang diberikan regulator akan berakhir pada Maret 2027.

"Yang pasti untuk mengantisipasi aturan pada Maret 2027, kami sudah memiliki rencana. Kemungkinan besar melalui rights issue untuk memenuhi ketentuan free float," lanjutnya.

Di sisi lain, GMFI mengakui pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan bagi kinerja perusahaan karena sebagian besar pendapatan dari grup Garuda Indonesia masih menggunakan mata uang rupiah.

Sementara itu, sejumlah kewajiban dan transaksi perseroan menggunakan dolar AS sehingga perusahaan harus memperkuat strategi pengelolaan risiko nilai tukar.

Untuk mengurangi dampak fluktuasi kurs, GMFI secara rutin menjalankan strategi lindung nilai atau hedging terhadap sejumlah transaksi dan piutang perusahaan.

"Kami secara rutin melakukan hedging. Setiap pembayaran dari grup Garuda akan mengurangi posisi hedging piutang yang lama sehingga dampak dari pelebaran selisih kurs bisa diminimalkan," jelasnya.

Sepanjang kuartal I 2026, GMFI membukukan laba bersih sebesar US$6,76 juta atau meningkat 178,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$3,79 juta.

Pendapatan perseroan hingga Maret 2026 mencapai US$114,94 juta atau tumbuh 20,53 persen secara tahunan, didorong oleh meningkatnya aktivitas perawatan pesawat komersial.

Selain itu, EBITDA perusahaan tercatat mencapai US$17,56 juta dan melampaui target kuartalan yang telah ditetapkan manajemen.

Segmen penerbangan komersial masih menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan dengan porsi mencapai 75,4 persen dari total pendapatan.

Meski demikian, GMFI terus memperluas pasar eksternal dengan meningkatkan kontribusi pelanggan nonafiliasi dan sektor pemerintah guna memperkuat diversifikasi sumber pendapatan.

"Ke depan kami akan terus meningkatkan penetrasi pasar eksternal sehingga struktur pendapatan menjadi semakin kuat dan lebih resilien terhadap berbagai perubahan pasar," jelasnya.

Halaman

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index