IEEE Gelar Konferensi Kepemimpinan Perdana di Budapest, Bahas Transisi Insinyur Senior

IEEE Gelar Konferensi Kepemimpinan Perdana di Budapest, Bahas Transisi Insinyur Senior

GARISBERITA.ID — IEEE akan menggelar International Leadership Conference (ILC) perdana pada 3-4 Oktober di Budapest, Hongaria. Konferensi ini menyasar profesional senior STEM yang tengah beralih dari peran teknis ke posisi kepemimpinan, dengan fokus pada transfer pengetahuan lintas generasi. Pendaftaran sudah dibuka untuk umum.

IEEE International Leadership Conference (ILC) hadir sebagai ruang bagi para ahli teknologi senior yang memasuki fase transisi karier paling menantang: dari pengambil keputusan teknis menjadi pemimpin yang memberdayakan orang lain. Konferensi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan itu secara praktis, bukan sekadar teoritis.

Jeewika Ranaweera, cochair komite program IEEE ILC, menyebut pergeseran cara mengukur kesuksesan sebagai inti dari apa yang ia sebut "legacy leadership". Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang insinyur berubah seiring karier.

"Di awal karier STEM, kita mengukur kesuksesan dari apa yang telah kita capai," kata Ranaweera. "Nanti, kita harus mengukur kesuksesan dari apa yang kita mungkinkan, berapa banyak orang yang kita bimbing, berapa banyak pengetahuan yang kita transfer, dan berapa banyak pintu yang kita bukakan untuk generasi berikutnya."

Melepas Identitas "Si Ahli"

Selama puluhan tahun, teknolog senior dinilai terutama dari keahlian teknisnya. Beralih dari identitas itu terasa tidak nyaman, tetapi legacy leadership menuntut standar pengukuran yang berbeda: pengaruh seorang pemimpin terhadap staf, kemampuan menjaga misi perusahaan, dan pemberdayaan orang lain untuk memimpin.

Sudhanshu S. Jamuar, cochair komite program lainnya, menyebut transisi ini sebagai momen ketika seorang ahli berhenti bertanya tentang pencapaian pribadi. "Transisi nyata dari ahli menjadi pembangun warisan terjadi ketika kita berhenti bertanya, 'Apa lagi yang bisa saya capai sendiri?' dan mulai bertanya, 'Berapa banyak orang lain yang bisa saya mungkinkan untuk mencapai lebih banyak?'" ujarnya.

Neeli Rashmi Prasad, treasurer dan cochair sponsorship IEEE ILC, menambahkan bahwa nilai sejati pengalaman bukan pada akumulasi pengetahuan. Menurutnya, yang menentukan adalah seberapa sengaja pengetahuan itu ditransfer kepada orang lain.

Mentoring Bukan Sekadar Memberi Nasihat

Transfer pengetahuan yang efektif menuntut keterampilan coaching, bukan sekadar memberi nasihat. Pemimpin senior perlu menguasai seni mendengarkan secara aktif dan menahan diri dari kebiasaan melontarkan anekdot usang yang tidak diminta.

Sudeendra Koushik, presiden IEEE Technology and Engineering Management Society sekaligus pembicara utama ILC, menggambarkan mentoring yang baik sebagai jembatan dua arah. Pengalaman mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya, sementara ide-ide baru mengalir balik.

"Pendekatan ini mengubah mentoring dari sekadar meneruskan informasi menjadi proses di mana generasi berikutnya bisa bertanya, bereksperimen, berinovasi, dan pada akhirnya melampaui apa yang ada sebelumnya," kata Koushik.

Prasad menekankan pentingnya mendorong pemikir independen yang berani mendobrak, bukan sekadar membuat salinan diri sendiri. Menurutnya, legacy leadership adalah soal membangun kesinambungan.

"Kita tidak seharusnya hanya menyiapkan generasi berikutnya untuk mengikuti jalur yang kita buat," ujarnya. "Kita harus memberi mereka kepercayaan diri, pengetahuan, dan jaringan untuk menantang jalur itu, menciptakan jalur baru, dan membawa teknologi lebih jauh dari yang kita bayangkan."

Merancang Babak Baru Setelah Pensiun

Kepemimpinan tidak berhenti saat seseorang meninggalkan pekerjaannya. Profesional senior yang sudah pensiun tetap bisa berkontribusi melalui jalur yang selaras dengan minat pribadi mereka.

  • Dewan penasihat: mengarahkan organisasi korporat, teknis, atau komunitas.
  • Keterlibatan sipil: menerapkan metodologi rekayasa untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.
  • Kesukarelaan: membimbing generasi berikutnya melalui jaringan profesional seperti IEEE.

Jalur-jalur itu memberi profesional berpengalaman kesempatan mendefinisikan ulang kesuksesan, bukan dari posisi atau otoritas, melainkan dari dampak yang bertahan lama. Koushik menyebut pensiun dari pekerjaan tidak berarti pensiun dari tujuan hidup.

Pada saat yang sama, kesinambungan kolaboratif ini bergantung pada generasi muda yang proaktif. Prasad mendorong para pemimpin muda untuk bertanggung jawab membangun koneksi profesional mereka sendiri.

"Beranilah, tetap penasaran, dan bangun jaringanmu sejak awal," pesannya.

Jalur Karier dan Mentoring di ILC

Konferensi ini menggabungkan dorongan untuk membina inovator muda dengan pengalaman panjang para pemimpin industri. Alih-alih sesi kelas tunggal, ILC menyediakan jalur khusus untuk kesiapan karier dan mentoring.

Peserta bisa mempelajari kerangka praktis membangun jaringan profesional strategis, terhubung dengan rekan pendukung, dan membuka peluang berbagi pengetahuan lintas generasi. Agenda lengkap, biografi pembicara, dan pendaftaran tersedia secara daring melalui situs ILC.

Bagi Ranaweera, warisan profesional bukanlah teknologi yang dibangun, gelar yang diraih, atau penghargaan yang diterima. "Itu adalah pengetahuan yang kita bagikan, kehidupan yang kita pengaruhi, dan masa depan yang kita bantu orang lain ciptakan," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index