BGN Siapkan Aplikasi Penilaian Dapur MBG ala Ojek Online

Sabtu, 19 September 2026 | 14:12:00 WIB
BGN Siapkan Aplikasi Penilaian Dapur MBG ala Ojek Online

GARISBERITA.ID — Badan Gizi Nasional menyiapkan aplikasi khusus bagi kepala sekolah untuk menilai kualitas makanan bergizi gratis dari dapur SPPG, mirip sistem ulasan layanan antar makanan. Platform ini ditargetkan beroperasi dalam satu hingga tiga minggu untuk memantau variasi menu hingga ketepatan distribusi.

Kepala BGN Sudaryono menyatakan aplikasi tersebut akan menjadi alat monitoring sekaligus evaluasi transparan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Pihak sekolah bisa mencatat langsung kendala yang ditemui di lapangan.

Cara Kerja Penilaian ala Ojek Online

Sudaryono menjelaskan, kepala sekolah dan guru dapat memberikan bintang serta catatan terhadap dapur penyedia. Penilaian mencakup kualitas menu, ketepatan waktu pengiriman, hingga persoalan lain yang muncul saat distribusi.

"Nantinya, kami itu akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak, Ibu Kepala Sekolah untuk kemudian semacam seperti di ojek online itu, seperti di [sensor] misalnya itu, yang kemudian Bapak, Ibu Guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu ya," ujar Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya @sudaru_sudaryono, Jumat (18/9).

Ia menambahkan, masukan dari sekolah menjadi dasar bagi BGN menilai tingkat kepuasan konsumen. Variasi menu yang kurang baik dan keterlambatan distribusi termasuk hal yang bisa dilaporkan lewat aplikasi.

Guru Diminta Periksa Ompreng, Bukan Cicipi Makanan

Sudaryono meluruskan anggapan bahwa guru bertugas mencicipi makanan untuk mendeteksi racun. Menurutnya, guru cukup makan bersama siswa di kelas sambil melakukan pengecekan fisik secara berkala.

Pemeriksaan meliputi kondisi kemasan ompreng, keberadaan label informasi produk, dan kejelasan batas waktu konsumsi. Langkah ini untuk mencegah risiko keracunan akibat kelalaian penanganan.

Ia menginstruksikan sekolah menolak pengiriman makanan yang tidak memenuhi standar, misalnya ompreng tanpa label atau batas waktu yang tidak spesifik.

"Jadi, saya minta kepada Bapak, Ibu Kepala Sekolah semua untuk disampaikan ke semua guru bahwa saya minta satu: manakala makan itu diterima oleh sekolah tidak ada labelnya di setiap omprengnya, itu saya minta untuk tidak dibagikan. Ditolak," tegas Sudaryono.

Target Operasional 1-3 Minggu

BGN menargetkan aplikasi penilaian ini dapat diakses seluruh kepala sekolah dalam satu hingga tiga minggu ke depan. Waktu tersebut dibutuhkan agar sekolah bisa mulai memberi penilaian terhadap pelayanan dapur yang melayani masing-masing.

"Tentu saja kami perlu waktu mungkin 1, 2, 3 minggu ini untuk bisa semua kepala sekolah itu bisa mengakses itu kemudian memberikan penilaian terhadap pelayanan MBG dari dapur yang melayani di sekolah bapak, ibu kepala sekolah semua," pungkasnya.

Setelah aplikasi berjalan, BGN berharap pengawasan kualitas MBG tidak lagi bergantung pada laporan manual. Dapur penyedia yang berulang kali menerima ulasan buruk berpotensi menjadi perhatian utama evaluasi.

Terkini

Penebusan Pupuk Subsidi Takalar Baru 58 Persen

Minggu, 20 September 2026 | 14:58:00 WIB

6 Cara Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100

Minggu, 20 September 2026 | 10:23:00 WIB

ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

Minggu, 20 September 2026 | 08:18:00 WIB