BNPB Catat 142 Korban Gempa Flores, 94 Meninggal di Pengungsian

Rabu, 16 September 2026 | 22:51:00 WIB

GARISBERITA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 142 orang meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Dari jumlah itu, 94 orang meninggal di pengungsian, bukan akibat langsung guncangan gempa. Sebanyak 46.046 warga masih bertahan di tenda pengungsian hingga Selasa (15/9/2026).

Menurut Berton, hanya 48 orang meninggal langsung akibat guncangan gempa. Sisanya, 94 orang, meninggal di lokasi pengungsian.

Korban Meninggal di Pengungsian Lampaui Korban Langsung

Data BNPB menunjukkan jumlah korban meninggal di pengungsian hampir dua kali lipat korban jiwa langsung. Selisih itu menjadi perhatian tersendiri karena pengungsian seharusnya menjadi tempat perlindungan setelah bencana.

"Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang," kata Berton.

BNPB belum merinci penyebab kematian 94 orang tersebut, apakah karena kondisi kesehatan yang memburuk, keterbatasan layanan medis, atau faktor lain. Verifikasi masih berjalan di lapangan.

Pengungsi Turun dari 150 Ribu Jadi 46.046 Jiwa

Jumlah pengungsi akibat gempa Flores tercatat 46.046 orang per Selasa (15/9/2026). Angka itu turun jauh dibandingkan periode sebelumnya yang sempat menembus 150 ribu jiwa.

"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.046 jiwa," ujar Berton.

Penurunan jumlah pengungsi menandakan sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing atau pindah ke hunian sementara. Meski begitu, puluhan ribu orang masih bergantung pada bantuan di tenda pengungsian.

103.427 Rumah Dilaporkan Rusak, Menunggu Verifikasi

BNPB mencatat total 103.427 unit rumah dilaporkan rusak akibat gempa. Angka itu masih bersifat sementara karena tim di lapangan tengah melakukan validasi dan verifikasi data.

Proses verifikasi mencakup pendataan by name by address, yakni pencatatan nama pemilik dan alamat setiap rumah yang terdampak. Pendataan itu diperlukan sebagai dasar penyaluran bantuan perbaikan rumah.

"Tim kami saat ini sedang melakukan validasi maupun verifikasi data tentang kerusakan ini karena kami juga perlu memperoleh by name by address atau setiap rumah tersebut siapa pemiliknya dan alamatnya di mana yang jelas," kata Berton.

Pemerintah Pusat dan Daerah Diklaim Sudah Bergerak

Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah pusat hingga daerah telah turun menangani dampak bencana di sejumlah wilayah. Pernyataan itu disampaikan di Stasiun LRT Manggarai, Rabu (16/9/2026).

"Juga masih banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi, tetapi seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten, semua instansi terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan," kata Prabowo.

Pernyataan itu belum disertai rincian langkah konkret penanganan pascagempa Flores. Pemerintah juga belum memaparkan target waktu penyelesaian verifikasi rumah rusak maupun rencana relokasi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

BNPB memastikan pendataan korban dan kerusakan terus diperbarui. Data terbaru akan menjadi acuan penyaluran bantuan dan penentuan status tanggap darurat di wilayah terdampak.

Terkini

Penebusan Pupuk Subsidi Takalar Baru 58 Persen

Minggu, 20 September 2026 | 14:58:00 WIB

6 Cara Blibli Naik 13 Peringkat di Fortune Indonesia 100

Minggu, 20 September 2026 | 10:23:00 WIB

ABUPI-IIEA Teken Kerja Sama Standar Badan Usaha Pelabuhan

Minggu, 20 September 2026 | 08:18:00 WIB