GARISBERITA.ID — Basarnas menyiapkan operasi salvage untuk membalikkan badan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. Langkah itu jadi opsi jika pencarian bawah laut terhambat cuaca. Sebanyak 129 dari 243 orang di kapal belum ditemukan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menyatakan salvage menjadi rencana alternatif apabila pencarian bawah laut tidak bisa dilakukan akibat cuaca. Operasi itu mencakup pembalikan badan kapal, pencarian di dalam lambung, lalu evakuasi korban.
"Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam kapal tersebut dan kita akan evakuasi," kata Syafii dalam konferensi pers.
Dasar Hukum dan Batas 180 Hari
Syafii merujuk Undang-Undang Pelayaran yang mewajibkan pemilik kapal memindahkan atau mengangkat badan kapal yang mengalami kecelakaan dan mengganggu alur pelayaran aktif. Aturan itu memberi tenggat paling lama 180 hari.
"Rencana alternatif yang kita laksanakan tentunya atas dasar yang pertama adalah sesuai undang-undang pelayaran. Di situ mengamanahkan, bahkan mungkin secara tidak langsung mewajibkan bagi pemilik kapal yang mengalami kecelakaan dan mengganggu pelayaran atau alur laut aktif, wajib itu sebenarnya untuk memindahkan, kalau perlu mengangkat," ujarnya.
Basarnas berkoordinasi dengan jajaran Kementerian Perhubungan dan melibatkan pemilik kapal untuk menjalankan salvage.
Kewenangan Terbatas, Basarnas Libatkan Ahli
Syafii mengakui Basarnas tidak punya kewenangan penuh atas proses salvage. Karena itu, lembaganya mengundang sejumlah ahli untuk membahas rencana tersebut.
"Jadi, kewenangan proses salvage ini tentunya bukan istilahnya dimiliki atau kewenangan penuh dari Badan SAR Nasional. Tapi kita memanfaatkan situasi ini untuk bisa dimanfaatkan dalam pelaksanaan operasi ini," katanya.
Menurut dia, salvage bukan pekerjaan mudah. Tekanan waktu membuat Basarnas tidak bisa berlama-lama menunggu kondisi ideal.
Posisi Kapal Bergeser ke Kedalaman 29 Meter
Syafii menyebut posisi kapal terus bergerak sejak kejadian pertama ditetapkan sebagai datum. Awalnya kapal dianggap masih mengapung di kedalaman 21 meter, kini posisinya bergeser ke kedalaman 29 meter.
"Kita enggak mungkin berlama-lama, karena apa? Dari pertama kali kondisi kejadian yang kita tentukan sebagai datum, ini makin hari ada pergeseran-pergeseran. Bahkan kemarin yang kita menganggapnya kapal dalam kondisi masih mengapung dengan kedalaman 21 meter, bergeser-geser sekarang di kedalaman 29 meter," ujarnya.
Setelah proses SAR diyakini selesai, kapal akan ditarik untuk kepentingan investigasi.
243 Orang di Kapal, 114 Ditemukan
KM Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) pukul 02.00 Wita. Kapal berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Kapal membawa 243 orang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan kru. Hingga Senin (14/9), sebanyak 114 orang berhasil ditemukan, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.